Senin Pekan Khusus Adven, 21 Desember 2020

Kid 2: 8-14 + Mzm 33 + Luk 1: 39-45

 

 

Lectio

Beberapa waktu kemudian berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda.  Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet. Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus, lalu berseru dengan suara nyaring: "Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan. Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana."  Dan Maria tinggal kira-kira tiga bulan lamanya bersama dengan Elisabet, lalu pulang kembali ke rumahnya.

Meditatio

Kunjungan memang selalu meneguhkan dan membawa sukacita. Itulah yang dialami Elizabet yang menerima kunjungan Maria. Sampai-sampai terungkap: 'diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?'. Elizabet merasakan sungguh sukacita yang meluap-luap. Sampai-sampai anak yang di dalam rahimnya ikut melonjak kegirangan.

Kedatangan Maria mampu membawa sukacita bagi Elizabet, dan tentunya bagi semua orang yang disapanya. Elizabet merasakan sukacita yang melimpah, karena dia melihat Sesuatu yang indah yang dibawa dan digendong Maria. Ada Tuhan Allah dalam hidup Maria, ada Yesus dalam rahim sang perempuan mud aini, maka dengan berani dia berkata-kata ibu Tuhanku. Maria membawa Tuhan dalam kunjungannya kepada Elizabet.

Kita pun harus berani membawa Yesus dalam pergaluan kita sehari-hari, bila memang kita marayakan Natal sukacita dengan sepenuh hati. Bukti kita telah merayakan Natal, bila memang membawa Tuhan Yesus dalam kehidupan sehari-hari. Kita merasa damai dan merasakan kehadiran Yesus, bila kita merayakan Natal dengan sepenuh hati. Aku hidup, tetapi bukan aku lagi yang  hidup, tetapi Kristuslah yang hidup dalam diriku. Ini kata-kata Paulus yang baru merayakan Natal dalam hidupnya.

 

Oratio

          Yesus Kristus, dengan merayakan Natal, kami merayakan kelahiran dan kehadiranMu dalam diri kami. Semoga kami selalu menjadikan diri kami sebagai tempat yang nyaman bagiMu, sehingga Engkau selalu krasan dan berada dalam diri kami, dan kami akan siap berbagi dengan sesame kami. Amin.

 

Contemplatio

          Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Mengenal Karmelit Awam dari dekat (2)

Pesta Santo Simon dan Yudas, 28 Oktober 2016