Jumat Pekan Biasa I, 15 Januari 2021

Ibr 4: 1-5 + Mzm 78 + Mrk 2: 1-12

 

 

Lectio

Suatu hari Yesus datang lagi ke Kapernaum, tersiarlah kabar, bahwa Ia ada di rumah. Maka datanglah orang-orang berkerumun sehingga tidak ada lagi tempat, bahkan di muka pintu pun tidak. Sementara Ia memberitakan firman kepada mereka, ada orang-orang datang membawa kepada-Nya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang. Tetapi mereka tidak dapat membawanya kepada-Nya karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang di atas-Nya; sesudah terbuka mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: "Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!" Tetapi di situ ada juga duduk beberapa ahli Taurat, mereka berpikir dalam hatinya: "Mengapa orang ini berkata begitu? Ia menghujat Allah. Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?" Tetapi Yesus segera mengetahui dalam hati-Nya, bahwa mereka berpikir demikian, lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu berpikir begitu dalam hatimu? Manakah lebih mudah, mengatakan kepada orang lumpuh ini: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalan? Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa" -- berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu --: "Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!" Dan orang itu pun bangun, segera mengangkat tempat tidurnya dan pergi ke luar di hadapan orang-orang itu, sehingga mereka semua takjub lalu memuliakan Allah, katanya: "Yang begini belum pernah kita lihat."

 

Meditatio

Suatu hari Yesus datang lagi ke Kapernaum, tersiarlah kabar, bahwa Ia ada di rumah. Maka datanglah orang-orang berkerumun sehingga tidak ada lagi tempat, bahkan di muka pintu pun tidak. Rumah siapa tidak disebutkan. Yesus sedang mengadakan doa lingkungan sepertinya. Sementara Ia memberitakan firman kepada mereka, ada orang-orang datang membawa kepada-Nya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang. Tetapi mereka tidak dapat membawanya kepada-Nya karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang di atas-Nya; sesudah terbuka mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring. Perjuangan hebat mereka ini, walau mungkin melanggar norma-norma sosial.

Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: 'hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!'. Yesus memberikan pengampunan yang tidak diminta orang sakit itu tentunya. Yesus hendak membuka mata orang-orang yang dikasihiNya. Benar!  Di situ ada juga duduk beberapa ahli Taurat, mereka berpikir dalam hatinya: 'mengapa orang ini berkata begitu? Ia menghujat Allah. Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?'. Pikiran mereka benar. Sebab hanya Tuhan Allah sang Empunya kehidupan yang mampu mengampuni dosa umat manusia. Ke-tidak-mau-tahu-an mereka tentang Yesus membuat mereka tidak mengenal siapakah Orang yang ada di depan mereka itu.  Yesus yang mengetahui dalam hati-Nya, bahwa mereka berpikir demikian, lalu Ia berkata kepada mereka: 'mengapa kamu berpikir begitu dalam hatimu? Manakah lebih mudah, mengatakan kepada orang lumpuh ini: dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalan? Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa'. Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa, karena memang Dialah Allah yang menjadi manusia. Dialah Imanuel.

 Akhirnya berkatalah Yesus kepada orang lumpuh itu: 'kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!'.  Dan orang itu pun bangun, segera mengangkat tempat tidurnya dan pergi ke luar di hadapan orang-orang itu. Yesus membuat segala-galanya baik. Apakah orang tadi langsung pulang, tanpa berterima kasih kepada Yesus? Apakah dia melompat kegirangan, karena kesembuhan yang diterimanya?  Semua orang takjub dan memuliakan Allah, katanya: 'yang begini belum pernah kita lihat'.

Jangan terlambat! Kalau pun terlambat, berani kita membuka pintu, seperti teman-teman orang lumpuh di atas? Lebih baik, jangan terlambat supaya pintu tidak tertutup bagi kita. 'Baiklah kita waspada, supaya jangan ada seorang di antara kamu yang dianggap ketinggalan, sekalipun janji akan masuk ke dalam perhentian-Nya masih berlaku. Baiklah kita berusaha untuk masuk ke dalam perhentian itu, supaya jangan seorang pun jatuh karena mengikuti contoh ketidaktaatan itu juga' (Ibr 4).

 

Oratio

Yesus Kristus, Engkau begitu menaruh perhatian kepada setiap orang yang berusaha dan berusaha. Semoga kegigihan kami dalam bekerja, juga kami tunjukkan dalam kegigihan kami berjuang menikmati rahmat dan berkat daripadaMu. Amin.

 

Contemplatio

'Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!'. Yesus memberikan yang terbaik.









Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Mengenal Karmelit Awam dari dekat (2)

Jumat Agung, Hari Kematian Tuhan Yesus Kristus, 14 April 2017