Peringatan Titus dan Timotius, 26 Januari 2021

2Tim 1: 1-8 + Mzm 96 + Luk 10: 1-9

 

 

Lectio

Pada waktu itu Tuhan menunjuk tujuh puluh murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya. Kata-Nya kepada mereka: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu. Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala. Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut, dan janganlah memberi salam kepada siapa pun selama dalam perjalanan. Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: Damai sejahtera bagi rumah ini. Dan jikalau di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal atasnya. Tetapi jika tidak, salammu itu kembali kepadamu. Tinggallah dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Janganlah berpindah-pindah rumah. Dan jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu diterima di situ, makanlah apa yang dihidangkan kepadamu, dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu".

 

Meditatio

Pada waktu itu Tuhan menunjuk tujuh puluh murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya. Yesus menunjuk ketujuhpuluh murid untuk mempersiapkan kedatanganNya. Mengapa harus mengadakan perutusan lagi? Tidak cukupkan perutusan Yohanes Pembaptis? Atau memeng mereka diutus ke tempat-tempat yang tidak pernah mendengarkan pewartaan Yohanes?

Kata-Nya kepada mereka: 'tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu'. Mengapa mereka harus meminta? Mengapa Yesus, sang Empunyai tuaian tidak langsung mengirimkan pekerja-pekerjaNya? Apakah permintaan ini hendak menegaskan, bahwa para murid pun juga harus memikirkan dana bertanggungjawab atas kondisi mereka sendiri?

'Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala', tegas Yesus. Sebuah tugas perutusan yang amat menantang, dan bukannya kepada orang-orang yang merindukan kehadiran mereka, ataupun  ke tempat-tempat yang mapan dan nyaman. Kita dapat membayangkan tingkat kesulitan dan tantangan yang hendak mereka hadapi

Lagi pula, dalam perutusanNya, Yesus mengingatkan: 'pertama, janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut, sebab seringkali aneka perbekalan malah merepotkan; bukankah juga pekerja patut mendapatkan upah? Kedua, janganlah memberi salam kepada siapa pun selama dalam perjalanan. Hendaknya tidak memberi salam dimaksudkan, agar para murid mempunyai focus pada tugas yang dipercayakan, dan bukannya mudah bercengkeramah ke sana kemari. Ketiga, kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: damai sejahtera bagi rumah ini. Wujud nyata dari seorang pembawa damai. Dan jikalau di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal atasnya. Tetapi jika tidak, salammu itu kembali kepadamu. Kendati demikian salam harus tetap disampaikan. Keempat, tinggallah dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Janganlah berpindah-pindah rumah. Para pewarta harus nrimo ing pandum. Kelima, jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu diterima di situ, makanlah apa yang dihidangkan kepadamu, dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu'. Para murid harus menjadi penyalur berkat bagi sesame, terlebih sabda keselamatan harus disampaikan kepada setiap orang.

Tugas perutusan inilah yang dihayati oleh Titus dan Timotius dalam karya perutusannya. Mereka tidak gentar, sebab Allah beserta kita. Imanuel.

 

Oratio

Yesus Kristus, Engkau mengutus setiap orang untuk amabil bagian dalam karya pewartaan. Kami sering takut dan merasa tidak mampu, sebelum mencobanya. Kami amat malas dan enggan berbagi. Semangatilah kami dengan kasihMu.

Santo Titus dan Timotius, doakanlah kami. 

 

Contemplatio

'Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala'.

 








Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Mengenal Karmelit Awam dari dekat (2)

Pesta Santo Simon dan Yudas, 28 Oktober 2016