Rabu Pekan Biasa II, 20 Januari 2021

Ibr 7: 15-17 + Mzm 110 + Mrk 3: 1-6

 

 

Lectio

Pada suatu kali Yesus masuk lagi ke rumah ibadat. Di situ ada seorang yang mati sebelah tangannya. Mereka mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang itu pada hari Sabat, supaya mereka dapat mempersalahkan Dia. Kata Yesus kepada orang yang mati sebelah tangannya itu: "Mari, berdirilah di tengah!" Kemudian kata-Nya kepada mereka: "Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membunuh orang?" Tetapi mereka itu diam saja. Ia berdukacita karena kedegilan mereka dan dengan marah Ia memandang sekeliling-Nya kepada mereka lalu Ia berkata kepada orang itu: "Ulurkanlah tanganmu!" Dan ia mengulurkannya, maka sembuhlah tangannya itu. Lalu keluarlah orang-orang Farisi dan segera bersekongkol dengan orang-orang Herodian untuk membunuh Dia.

 

Meditatio

Pada suatu kali Yesus masuk lagi ke rumah ibadat. Di situ ada seorang yang mati sebelah tangannya. Mereka mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang itu pada hari Sabat, supaya mereka dapat mempersalahkan Dia. Inilah situasi yang tidak nyaman yang dialami Yesus. Para elite agama menguasai kondisi. Mereka merasa, bahwa merekalah yang mempunyai kehidupan konkrit ini.

Kata Yesus kepada orang yang mati sebelah tangannya itu: 'mari, berdirilah di tengah!'. Yesus hendak menyampaikan sesuatu. Kemudian kata-Nya kepada mereka: 'manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membunuh orang?'. Mereka semua pasti bisa menjawab dengan tepat, tetapi mereka itu diam saja. Penyataan Yesus benar-benar menampar mereka. Mereka itu adalah orang-orang pandai dan cerdas, tetapi tidak mau tahu terhadap sesamanya.

Ia berdukacita karena kedegilan mereka dan dengan marah Ia memandang sekeliling-Nya kepada mereka. Lalu Ia berkata kepada orang itu: 'ulurkanlah tanganmu!'. Dan orang yang lumpuh tangannya sebelah itu mengulurkannya, maka sembuhlah tangannya itu. Yesus berbuat baik di hari Sabat, walau harus melawan arus dan berhadapan dengan tokoh-tokoh agama Yahudi. Lalu keluarlah orang-orang Farisi dan segera bersekongkol dengan orang-orang Herodian untuk membunuh Dia.

 

Oratio

Yesus Kristus, Engkau sering membuka mata hati kami dalam setiap peristiwa kehidupan ini. Semoga kami selalu berani memilih yang terbaik, yang mendatangkan sukacita dan keselamatan bagi orang lain. Amin.

 

Contemplatio

'Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membunuh orang?'. Kita pasti bisa memilih.

 

 








Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Mengenal Karmelit Awam dari dekat (2)

Pesta Santo Simon dan Yudas, 28 Oktober 2016