Rabu Pekan Biasa III, 27 Januari 2021

Ibr 10: 11-18 + Mzm 110 + Mrk 4: 1-20

 

 

Lectio

Pada waktu itu ketika Yesus sendirian, pengikut-pengikut-Nya dan kedua belas murid itu menanyakan Dia tentang perumpamaan itu. Jawab-Nya: "Kepadamu telah diberikan rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang luar segala sesuatu disampaikan dalam perumpamaan, supaya: Sekalipun melihat, mereka tidak menanggap, sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti, supaya mereka jangan berbalik dan mendapat ampun." Lalu Ia berkata kepada mereka: "Tidakkah kamu mengerti perumpamaan ini? Kalau demikian bagaimana kamu dapat memahami semua perumpamaan yang lain? Penabur itu menaburkan firman. Orang-orang yang di pinggir jalan, tempat firman itu ditaburkan, ialah mereka yang mendengar firman, lalu datanglah Iblis dan mengambil firman yang baru ditaburkan di dalam mereka. Demikian juga yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu, ialah orang-orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira, tetapi mereka tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila kemudian datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, mereka segera murtad. Dan yang lain ialah yang ditaburkan di tengah semak duri, itulah yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan dan keinginan-keinginan akan hal yang lain masuklah menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah. Dan akhirnya yang ditaburkan di tanah yang baik, ialah orang yang mendengar dan menyambut firman itu lalu berbuah, ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, dan ada yang seratus kali lipat."

 

Meditatio

Pada waktu itu ketika Yesus sendirian, pengikut-pengikut-Nya dan kedua belas murid itu menanyakan Dia tentang perumpamaan itu. Jawab-Nya: 'kepadamu telah diberikan rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang luar segala sesuatu disampaikan dalam perumpamaan, supaya: sekalipun melihat, mereka tidak menanggap, sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti, supaya mereka jangan berbalik dan mendapat ampun'.  Mengapa Yesus sampai mengucapkan kata-kata ini? Sudah habiskah belaskasihNya kepada umatNya? Lalu Ia berkata kepada mereka: 'tidakkah kamu mengerti perumpamaan ini? Kalau demikian bagaimana kamu dapat memahami semua perumpamaan yang lain?'. Bukankah memang Yesus telah memberikan rahasia Kerajaan Allah kepada mereka? Masa hanya soal perumpamaan ini mereka tidak mengerti? Apakah ada dari antara para murid ini yang termasuk mereka yang harus menerima sabdaNya secarfa perumpamaan?

Penabur itu menaburkan firman. Sabda Tuhan disampaikan kepada semua orang tanpa terkecuali. Semua orang harus tahu sabda dan kehendak Allah. Orang-orang yang di pinggir jalan, tempat firman itu ditaburkan, ialah mereka yang mendengar firman, lalu datanglah iblis dan mengambil firman yang baru ditaburkan di dalam mereka. Kekuatan kuasa kegelapan seperti amat hebat, sehingga mampu mengalahkan mereka pendengar sabda. Demikian juga yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu, ialah orang-orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira, tetapi mereka tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila kemudian datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, mereka segera murtad. Menikmati sabda Tuhan tetap mengandaikan adanya kemauan dan semangat juang. Menikmati sabda Tuhan tidak membebaskan orang dari hukum alam. Terik matahari membuat harus berteduh dari sengatannya.

Yang ditaburkan di tengah semak duri, itulah yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan dan keinginan-keinginan akan hal yang lain masuklah menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah. Kecencerungan insani tetap tumbuh dalam perjalanan hidup seseorang yang beriman kepada Tuhan. Beriman mengandaikan adanya kemauan untuk menyangkal diri dan memikul salib kehidupan. Akhirnya yang ditaburkan di tanah yang baik, ialah orang yang mendengar dan menyambut firman itu lalu berbuah, ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, dan ada yang seratus kali lipat. Orang yang menaruh perhatian kepada sabda dan kehendak Tuhan akan menikmati rahmat dan berkatNya, bahkan dia mampu menjadi saluran berkat bagi sesamanya.

 

Oratio

Yesus Kristus, Engkau menaburkan benih-benih keselamatan dalam diri kami. Benih itu adalah sabdaMu sendiri. Semoga kami semakin berani menjadikan sabdaMu sebagai penuntun langkah kami, sehingga kami menjadi orang yang setia kepadaMu dan menjadi saluran berkat bagi sesame.  Amin.

 

Contemplatio

Pertama, 'kepadamu telah diberikan rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang luar segala sesuatu disampaikan dalam perumpamaan'. Kita mendapatkan perlakuan istimewa.

Kedua, 'Penabur itu menaburkan firman'. Sabda Tuhan menghidupkan.

 

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Mengenal Karmelit Awam dari dekat (2)

Pesta Santo Simon dan Yudas, 28 Oktober 2016