Sabtu Pekan Biasa III, 30 Januari 2021

Ibr 11: 8-19 + Mzm + Mrk 4: 35-41

 

 

Lectio

Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka: "Marilah kita bertolak ke seberang." Mereka meninggalkan orang banyak itu lalu bertolak dan membawa Yesus beserta dengan mereka dalam perahu di mana Yesus telah duduk dan perahu-perahu lain juga menyertai Dia. Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air. Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: "Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?" Ia pun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: "Diam! Tenanglah!" Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali. Lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?" Mereka menjadi sangat takut dan berkata seorang kepada yang lain: "Siapa gerangan orang ini, sehingga angin dan danau pun taat kepada-Nya?"

 

Meditatio

Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka: 'marilah kita bertolak ke seberang'. Mereka meninggalkan orang banyak itu lalu bertolak dan membawa Yesus beserta dengan mereka dalam perahu di mana Yesus telah duduk dan perahu-perahu lain juga menyertai Dia. Sepertinya bukan hanya keduabelas murid yang menyertai Yesus, ada perahu-perahu lain juga menyertai Dia. Para murid tidak keberatan meninggalkan banyak orang, walau hari sudah petang (bdk Mat 14). Apakah para murid sudah mengerti ajakan Yesus: 'marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang?' (Mrk 1).

 Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air. Bersama Yesus tidalah berarti bebas dari aneka tantangan hukum alam. Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Beda maksudkah dengan Gusti mboten sare?

Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: 'Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?'. Ia pun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: 'diam! Tenanglah!' Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali. Alam pun tunduk dan takluk pada Tuhan Yesus. 'Siapa gerangan orang ini, sehingga angin dan danau pun taat kepada-Nya?'. Hanya yang menciptakan berkuasa atas ciptaannya. Mereka merunduk kepadaNya.

 Lalu Ia berkata kepada mereka: 'mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?' Mungkinkah mereka tenggelam dan binasa bersama Yesus? Kalau para murid sungguh-sungguh beriman, mereka seharusnya tidak takut menghadapi segala tantangan dan rintangan. Iman membuat hidup semakin indah (bdk Ibr 11).

 

Oratio

Yesus Kristus, kami seringkali gentar menghdapi aneka persoalan hidup ini. Kami takut berusaha. Kami ingin nyaman seperti sekarang ini. Ajarilah kami semakin percaya kepadaMu, sehingga siap sedia menghadapi aneka persoalan kehidupan ini.  Amin.

 

Contemplatio

Pertama, pada waktu angin taufan Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Beda maksudkah dengan Gusti mboten sare?

Kedua, 'mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?' Mungkinkah mereka tenggelam dan binasa bersama Yesus?

 








Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Mengenal Karmelit Awam dari dekat (2)

Pesta Santo Simon dan Yudas, 28 Oktober 2016