Selasa Pekan Biasa II, 19 Januari 2021

Ibr 6: 10-20 + Mzm 111 + Mrk 2: 23-28

 

 

Lectio

Pada suatu kali, pada hari Sabat, Yesus berjalan di ladang gandum, dan sementara berjalan murid-murid-Nya memetik bulir gandum. Maka kata orang-orang Farisi kepada-Nya: "Lihat! Mengapa mereka berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?" Jawab-Nya kepada mereka: "Belum pernahkah kamu baca apa yang dilakukan Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya kekurangan dan kelaparan, bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah waktu Abyatar menjabat sebagai Imam Besar lalu makan roti sajian itu -- yang tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam -- dan memberinya juga kepada pengikut-pengikutnya?" Lalu kata Yesus kepada mereka: "Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat, jadi Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat."

 

Meditatio

Pada suatu kali, pada hari Sabat, Yesus berjalan di ladang gandum, dan sementara berjalan murid-murid-Nya memetik bulir gandum. Pasti para murid sadar betul apa yang mereka lakukan itu. Kalau mereka sadar dan tahu apa yang mereka lakukan, apakah mereka menyakan dahulu kepada sang Guru? Maka kata orang-orang Farisi kepada-Nya: 'lihat! Mengapa mereka berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?'.  Bukankah pada hari Sabat orang tidak diperkenankan melakukan pekerjaan? Ini protes Kembali para ahli Taurat kepada Yesus.

Jawab-Nya kepada mereka: 'belum pernahkah kamu baca apa yang dilakukan Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya kekurangan dan kelaparan, bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah waktu Abyatar menjabat sebagai Imam Besar lalu makan roti sajian itu, yang tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam, dan memberinya juga kepada pengikut-pengikutnya?'. Yesus membela para muridNya yang kelaparan. Mengikuti Yesus tidaklah bebas dari hukum alam, seperti lapar. Yesus membiarkan mereka lapar, dan dibiarkanNya mereka sendiri supaya berinisiatif. Hukum Taurat tetap memberikan kelonggaran kepada orang yang lemah dan tak berdaya.

Lalu kata Yesus kepada mereka: 'hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat'. Peraturan memang harus dilakukan, agar segala proses kehidupan dapat belajalan dengan lancer, dan tentunya tidak akan terjadinya tabrakan satu dengan. Namun kiranya mereka yang lemah dan tak berdaya mendapatkan perhatian istimewa. 'Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat'. Hari Sabat dipersembahkan oleh umat manusia kepada Tuhan, maka tentunya Anak Manusia berkuasa atas hari Sabat, yang memang diadakan hanya untuk kita umat manusia.

 

Oratio

Yesus Kristus, Engkau amat memahami para muridMu dalam setiap situasi. Engkau membiarkan para murid pun memetik gandum karena memang mereka lapar. Semoga kami juga berani memahami sesame kami, terlebih mereka yang tak berdaya dan lemah.  Amin.

 

Contemplatio

'Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat'. Hari Sabat dipersembahkan kepada Tuhan.

 








Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Mengenal Karmelit Awam dari dekat (2)

Pesta Santo Simon dan Yudas, 28 Oktober 2016