Senin Pekan Biasa IV, 1 Februari2021

Ibr 11: 32-40 + Mzm 31 + Mrk 5: 1-28

 

 

Lectio

Ketika sampai di seberang danau, di daerah orang Gerasa dan turun dari perahu, datanglah seorang yang kerasukan roh jahat dari pekuburan menemui Yesus. Orang itu diam di sana dan tidak ada seorang pun lagi yang sanggup mengikatnya, sekalipun dengan rantai, karena sudah sering ia dibelenggu dan dirantai, tetapi rantainya diputuskannya dan belenggunya dimusnahkannya, sehingga tidak ada seorang pun yang cukup kuat untuk menjinakkannya. Siang malam ia berkeliaran di pekuburan dan di bukit-bukit sambil berteriak-teriak dan memukuli dirinya dengan batu. Ketika ia melihat Yesus dari jauh, berlarilah ia mendapatkan-Nya lalu menyembah-Nya, dan dengan keras ia berteriak: "Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus, Anak Allah Yang Mahatinggi? Demi Allah, jangan siksa aku!" Karena sebelumnya Yesus mengatakan kepadanya: "Hai engkau roh jahat! Keluar dari orang ini!" Kemudian Ia bertanya kepada orang itu: "Siapa namamu?" Jawabnya: "Namaku Legion, karena kami banyak." Ia memohon dengan sangat supaya Yesus jangan mengusir roh-roh itu keluar dari daerah itu. Adalah di sana di lereng bukit sejumlah besar babi sedang mencari makan, lalu roh-roh itu meminta kepada-Nya, katanya: "Suruhlah kami pindah ke dalam babi-babi itu, biarkanlah kami memasukinya!" Yesus mengabulkan permintaan mereka. Lalu keluarlah roh-roh jahat itu dan memasuki babi-babi itu. Kawanan babi yang kira-kira dua ribu jumlahnya itu terjun dari tepi jurang ke dalam danau dan mati lemas di dalamnya. Maka larilah penjaga-penjaga babi itu dan menceriterakan hal itu di kota dan di kampung-kampung sekitarnya. Lalu keluarlah orang untuk melihat apa yang terjadi. Mereka datang kepada Yesus dan melihat orang yang kerasukan itu duduk, sudah berpakaian dan sudah waras, orang yang tadinya kerasukan legion itu. Maka takutlah mereka. Orang-orang yang telah melihat sendiri hal itu menceriterakan kepada mereka tentang apa yang telah terjadi atas orang yang kerasukan setan itu, dan tentang babi-babi itu. Lalu mereka mendesak Yesus supaya Ia meninggalkan daerah mereka. Pada waktu Yesus naik lagi ke dalam perahu, orang yang tadinya kerasukan setan itu meminta, supaya ia diperkenankan menyertai Dia. Yesus tidak memperkenankannya, tetapi Ia berkata kepada orang itu: "Pulanglah ke rumahmu, kepada orang-orang sekampungmu, dan beritahukanlah kepada mereka segala sesuatu yang telah diperbuat oleh Tuhan atasmu dan bagaimana Ia telah mengasihani engkau!" Orang itu pun pergilah dan mulai memberitakan di daerah Dekapolis segala apa yang telah diperbuat Yesus atas dirinya dan mereka semua menjadi heran.

 

Lectio

Ketika sampai di seberang danau, di daerah orang Gerasa dan turun dari perahu, datanglah seorang yang kerasukan roh jahat dari pekuburan menemui Yesus. Orang itu diam di sana dan tidak ada seorang pun lagi yang sanggup mengikatnya, sekalipun dengan rantai, karena sudah sering ia dibelenggu dan dirantai, tetapi rantainya diputuskannya dan belenggunya dimusnahkannya, sehingga tidak ada seorang pun yang cukup kuat untuk menjinakkannya. Siang malam ia berkeliaran di pekuburan dan di bukit-bukit sambil berteriak-teriak dan memukuli dirinya dengan batu. Orang berbahaya dan tersiksa dia.

Ketika ia melihat Yesus dari jauh, berlarilah ia mendapatkan-Nya lalu menyembah-Nya. Kata Yesus kepadanya: 'hai engkau roh jahat! Keluar dari orang ini!'. Sahut orang itu dengan keras: 'apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus, Anak Allah Yang Mahatinggi? Demi Allah, jangan siksa aku!'. Kuasa kegelapan itu memang tahu siapakah Yesus Tuhan.

Orang itu memohon dengan sangat supaya Yesus jangan mengusir roh-roh itu keluar dari daerah itu. Mengapa mereka memilih daerah itu? Banyakkah yang dapat menjadi mangsa mereka? Apa dia merasa menjadi penguasa Gerasa?

Ada di sana di lereng bukit sejumlah besar babi sedang mencari makan, lalu roh-roh itu meminta kepada-Nya, katanya: 'suruhlah kami pindah ke dalam babi-babi itu, biarkanlah kami memasukinya!'. Mengapa minta ijin? Apa karena mereka merasa ingin dibinasakan? Yesus mengabulkan permintaan mereka. Keselamatan manusia harus diutamakan. Lalu keluarlah roh-roh jahat itu dan memasuki babi-babi itu. Kawanan babi yang kira-kira dua ribu jumlahnya itu terjun dari tepi jurang ke dalam danau dan mati lemas di dalamnya. Roh jahat atau kuasa kegelapan itu selalu membinasakan. Dan keberadaannya sekarang ini tidak berwujud yang menakutkan, tetapi dalam aneka peristiwa menyenangkan sesaat.

Maka larilah penjaga-penjaga babi itu dan menceriterakan hal itu di kota dan di kampung-kampung sekitarnya. Lalu keluarlah orang untuk melihat apa yang terjadi. Mereka datang kepada Yesus dan melihat orang yang kerasukan itu duduk, sudah berpakaian dan sudah waras, orang yang tadinya kerasukan legion itu. Maka takutlah mereka. Orang-orang yang telah melihat sendiri hal itu menceriterakan kepada mereka tentang apa yang telah terjadi atas orang yang kerasukan setan itu, dan tentang babi-babi itu.

Lalu mereka mendesak Yesus supaya Ia meninggalkan daerah mereka. Inilah yang seringkali juga terjadi pada kita: bukannya bersyukur kepada Tuhan, karena ada sikacita dan keselamatan yang dinikmati sesame kita, malah sebaliknya kita tidak mau tahu akan semua itu. Mengapa? Karena kita tidak mau kehilangan harta benda yang kita miliki.

Pada waktu Yesus naik lagi ke dalam perahu, orang yang tadinya kerasukan setan itu meminta, supaya ia diperkenankan menyertai Dia. Yesus tidak memperkenankannya, tetapi Ia berkata kepada orang itu: 'Pulanglah ke rumahmu, kepada orang-orang sekampungmu, dan beritahukanlah kepada mereka segala sesuatu yang telah diperbuat oleh Tuhan atasmu dan bagaimana Ia telah mengasihani engkau!'. Orang itu pun pergilah dan mulai memberitakan di daerah Dekapolis segala apa yang telah diperbuat Yesus atas dirinya dan mereka semua menjadi heran. Mengapa Yesus malah menyruh orang itu memberitahukan segal yang telah terjadi pada dirinya? Mengapa tidak menyuruh dia pergi menghadap para imam kepala dan membawa persembahan sebagaimana telah ditetapkan oleh Musa? Apakah kewarasan orang itu sudah menjadi bukti bagi para imam dan banyak orang?

 

Oratio

Yesus Kristus, Engkau sungguh baik. Engkau membebaskan orang-orang dari kuasa dosa, dan menjadikan orang-orang bahagia. Semoga kami berani bersyukur kepadaMu atas segala pemberianMu kepada kami, dan menjadi orang-orang yang tahu berterima kasih kepadaMu. Amin.

 

Contemplatio

'Pulanglah ke rumahmu, kepada orang-orang sekampungmu, dan beritahukanlah kepada mereka segala sesuatu yang telah diperbuat oleh Tuhan atasmu dan bagaimana Ia telah mengasihani engkau!'.  










Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Mengenal Karmelit Awam dari dekat (2)

Pesta Santo Simon dan Yudas, 28 Oktober 2016