Jumat sesudah Rabu Abu, 19 Februari 2021


Yes 58: 1-9 + Mzm 51 + Mat 9: 14-15

 

 

Lectio

Suatu kali datanglah murid-murid Yohanes kepada Yesus dan berkata: "Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?" Jawab Yesus kepada mereka: "Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa".

 

Meditatio

Suatu kali datanglah murid-murid Yohanes kepada Yesus dan berkata: 'mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?' Mengapa mereka sibuk mengurus orang lain? Kita memang sering menginginkan, agar orang lain sama dengan kita; apalagi kalau kita sedang naik daun.

Jawab Yesus kepada mereka: 'dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa'. Kalau Yesus adalah sang Mempelai berarti selama bersama Yesus, orang tidak perlu berpuasa. Sang Mempelai itu adalah Yesus, dan tidak ada orang lain, karena memang Dialah sang Empunya kehidupan. Dialah Tuhan Allah. Siapa yang mengambil Dia? Tentunya tidak ada yang berkuasa atas Dia. Kita yang menjauh dan meninggalkan Dia. Saat itulah kita diundang berpuasa, agar kembali kepadaNya, dengan meninggalkan segala yang bukan-Dia.  Penegasan Yesus hendak menyatakana bahwa berpuasa sungguh mendatangkan sukacita, bila kita lakukan hanya demi Yesus Kristus. Berpuasa tidak sebatas pengendalian diri, yang amat humanis itu.

Berpuasa bukan soal makan dan minum semata. Berpuasa adalah membebaskan diri dan tidak mencari kepuasan diri dari aneka makanan dan minuman. Berpuasa menjadikan orang tidak egois, malah berjiwa sosial, yang berani berbagi dengan sesame, sebagaimana digambarkan dalam kitab Yesaya, yakni: 'berpuasa yang Kukehendaki, ialah supaya engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman, dan melepaskan tali-tali kuk, supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya dan mematahkan setiap kuk, supaya engkau memecah-mecah rotimu bagi orang yang lapar dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tak punya rumah, dan apabila engkau melihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri!' (Yes 58).

 

Oratio

Yesus Kristus, Engkau selalu mengkomandani orang-orang yang mengasihi Engkau. Sebab Engkau ingin mereka semua menikmati belaskasihMu, dan menjadi berkat bagi sesamanya. Semoga kami berani merasakan belaskasihMu yang menyelamatkan itu, sehingga kami sudah merasakan sukacita yang berasal dariMu sekarang ini.

 

Contemplatio

'Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa'.  







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Mengenal Karmelit Awam dari dekat (2)

Pesta Santo Simon dan Yudas, 28 Oktober 2016