Kamis Pekan Biasa V, 11 Februari 2021

Kej 2: 18-25 + Mzm 128 + Mrk 7: 24-30

 

 

Lectio

Pada suatu kali Yesus berangkat pergi ke daerah Tirus. Ia masuk ke sebuah rumah dan tidak mau bahwa ada orang yang mengetahuinya, tetapi kedatangan-Nya tidak dapat dirahasiakan. Malah seorang ibu, yang anaknya perempuan kerasukan roh jahat, segera mendengar tentang Dia, lalu datang dan tersungkur di depan kaki-Nya. Perempuan itu seorang Yunani bangsa Siro-Fenisia. Ia memohon kepada Yesus untuk mengusir setan itu dari anaknya. Lalu Yesus berkata kepadanya: "Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing." Tetapi perempuan itu menjawab: "Benar, Tuhan. Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak." Maka kata Yesus kepada perempuan itu: "Karena kata-katamu itu, pergilah sekarang sebab setan itu sudah keluar dari anakmu." Perempuan itu pulang ke rumahnya, lalu didapatinya anak itu berbaring di tempat tidur, sedang setan itu sudah keluar.

 

Lectio

Pada suatu kali Yesus berangkat pergi ke daerah Tirus. Ia masuk ke sebuah rumah dan tidak mau bahwa ada orang yang mengetahuinya, tetapi kedatangan-Nya tidak dapat dirahasiakan. Kehadiran Yesus selalu mudah diketahui oleh orang-orang yang mencari dan merindukanNya. Malah seorang ibu, yang anaknya perempuan kerasukan roh jahat, segera mendengar tentang Dia, lalu datang dan tersungkur di depan kaki-Nya. Perempuan itu seorang Yunani bangsa Siro-Fenisia. Kerinduan hati ibu ini menghilangkan batas-batas rasial, yang sering mengganggu banyak orang. Ia memohon kepada Yesus untuk mengusir setan itu dari anaknya.

'Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing', sahut Yesus. Sebuah tamparan halus, tetapi begitu menohok orang-orang yang berpikir jernih.  'Benar, Tuhan; tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak', jawab perempuan Sirofenesia satu ini. Dia amat mengerti jawaban Yesus. Jawaban yang tidak diharapkan tidak memutuskan iman dan harapannya.

'Karena kata-katamu itu, pergilah sekarang sebab setan itu sudah keluar dari anakmu', tegas Yesus. Bagi orang percaya tidak ada yang mustahil (Mrk 9). Perempuan itu pulang ke rumahnya, lalu didapatinya anak itu berbaring di tempat tidur, sedang setan itu sudah keluar.

 

Oratio

Yesus Kristus, Engkau menaruh belaskasih bagi orang-orang yang berharap kepadaMu. Itulah yng ditunjukkan perempuan Yunani berkebangsaan Sirofenesia. Semoga kami berani meneladan dia dalam beriman kepadaMu. Amin.

 

Contemplatio

'Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing'. Jawaban Yesus seringkali pahit memang.

 








Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Mengenal Karmelit Awam dari dekat (2)

Pesta Santo Simon dan Yudas, 28 Oktober 2016