Minggu Pekan Biasa VI, 14 Februari 2021

Im 13: 44-46 + 1Kor 10: 31-35 + Mrk 1: 40-45

 

 

Lectio

Suatu hari seorang yang sakit kusta datang kepada Yesus, dan sambil berlutut di hadapan-Nya ia memohon bantuan-Nya, katanya: "Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku." Maka tergeraklah hati-Nya oleh belaskasihan, lalu Ia mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata kepadanya: "Aku mau, jadilah engkau tahir." Seketika itu juga lenyaplah penyakit kusta orang itu, dan ia menjadi tahir. Segera Ia menyuruh orang itu pergi dengan peringatan keras: "Ingatlah, janganlah engkau memberitahukan apa-apa tentang hal ini kepada siapa pun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah untuk pentahiranmu persembahan, yang diperintahkan oleh Musa, sebagai bukti bagi mereka." Tetapi orang itu pergi memberitakan peristiwa itu dan menyebarkannya kemana-mana, sehingga Yesus tidak dapat lagi terang-terangan masuk ke dalam kota. Ia tinggal di luar di tempat-tempat yang sepi; namun orang terus juga datang kepada-Nya dari segala penjuru.

 

Meditatio

Suatu hari seorang yang sakit kusta datang kepada Yesus, dan sambil berlutut di hadapan-Nya ia memohon bantuan-Nya, katanya: 'kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku'. Pemberani orang kusta satu ini. Dia berani menerobos kerumunan, dan tidak gentar terhadap banyak orang. Bukankah dia itu orang najis? (Im 13). Dia percaya, bahwa hanya kehendak Tuhan Allah semuanya bisa terjadi; dan itulah yang dikatakannya kepada Yesus. Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata kepadanya: 'Aku mau, jadilah engkau tahir'. Seketika itu juga lenyaplah penyakit kusta orang itu, dan ia menjadi tahir. Iman yang benar pasti sesuai dengan kehendak Tuhan. Yesus tidak merencanakan menjumpai orang kusta itu, tetapi menjawabi kebutuhan umatNya.

Segera Ia menyuruh orang itu pergi dengan peringatan keras: 'ingatlah, janganlah engkau memberitahukan apa-apa tentang hal ini kepada siapa pun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah untuk pentahiranmu persembahan, yang diperintahkan oleh Musa, sebagai bukti bagi mereka'. Yesus mengembalikan orang yang tadinya kusta kepada masyarakat. Iman akan Tuhan Allah tidak mencabut seseorang dari kebersamaan hidup. Orang beriman harus taat kepada aturan hidup bersama. Iman akan Tuhan tidak menyembunyikan orang dalam tempurung, malahan harus menjadi garam dan terang dunia. Yesus meminta orang itu mentaati aturan hidup bersama.

Tetapi orang itu pergi memberitakan peristiwa itu dan menyebarkannya kemana-mana, sehingga Yesus tidak dapat lagi terang-terangan masuk ke dalam kota. Dosakah tindakan orang yang telah disembuhkan itu? Apakah dia termasuk orang yang keras dan tegar hati, sebagaimana dikatakan dalam surat kepada umat Ibrani? (Ibr 3) Ia tinggal di luar di tempat-tempat yang sepi; namun orang terus juga datang kepada-Nya dari segala penjuru. Apakah dengan demikian pewartaan Injil Kerajaan Allah terhambat karena mereka?

 

Oratio

Yesus Kristus, Engkau selalu memberikan yang terbaik bagi kami umatMu, tetapi tak dapat disangkal kami ini begitu keras kepala bertindak semau diri. Lembutkan hati kami, agar kedapatan setia mengabdi Engkau. Amin.

 

Contemplatio

Pertama, 'Aku mau, jadilah engkau tahir'. Yesus penuh belaskasih.

Kedua, 'pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah untuk pentahiranmu persembahan, yang diperintahkan oleh Musa, sebagai bukti bagi mereka'. Yesus mengajak taat kepada aturan hidup bersama.








Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Mengenal Karmelit Awam dari dekat (2)

Pesta Santo Simon dan Yudas, 28 Oktober 2016