Minggu Pekan Prapaskah II, 28 Februari 2021

Kej 22: 1-18 + Rm 8: 31-34 + Mrk 9: 2-18

 

 

Lectio

Suatu hari Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendirian saja. Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka, dan pakaian-Nya sangat putih berkilat-kilat. Tidak ada seorang pun di dunia ini yang dapat mengelantang pakaian seperti itu.  Maka nampaklah kepada mereka Elia bersama dengan Musa, keduanya sedang berbicara dengan Yesus.  Kata Petrus kepada Yesus: "Rabi, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Baiklah kami dirikan tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia."  Ia berkata demikian, sebab tidak tahu apa yang harus dikatakannya, karena mereka sangat ketakutan.  Maka datanglah awan menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara: "Inilah Anak yang Kukasihi, dengarkanlah Dia."  Dan sekonyong-konyong waktu mereka memandang sekeliling mereka, mereka tidak melihat seorang pun lagi bersama mereka, kecuali Yesus seorang diri. Pada waktu mereka turun dari gunung itu, Yesus berpesan kepada mereka, supaya mereka jangan menceriterakan kepada seorang pun apa yang telah mereka lihat itu, sebelum Anak Manusia bangkit dari antara orang mati. Mereka memegang pesan tadi sambil mempersoalkan di antara mereka apa yang dimaksud dengan "bangkit dari antara orang mati."

 

Medittio

'Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri, demikianlah firman TUHAN, karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku, maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya. Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena engkau mendengarkan firman-Ku' (Kej 22). Kepatuhan Abraham terhadap kehendak Tuhan memang amat membahagiakan dan mendatangkan berkat. Bahkan Tuhan Allah sendiri bangga dan memuji Bahagia Abraham karena iman kepercayaannya itu. Abraham mau mengorbankan Ishak, karena kemauan Tuhan Allah, tetapi Abraham gagal dan membatalkan mengorbankan Ishak, anaknya, juga karena kemauan Tuhan.

Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat. Yang menerima berkat, bukan hanya Abraham, tetapi juga semua bangsa. Kepatuhan dan kesetiaan satu orang Abraham mendatangkan berkat bagi banyak orang; dan aneka berkat itu tidak dinikmati saja oleh Abraham, melainkan juga bagi banyak orang. Kiranya hal ini juga menjadi permenungan kita Bersama, bahwasannya iman kepercayaan dan kesetiaan kita akan Tuhan juga mendatangkan berkat bagi banyak orang; malahan mungkin kita belum sempat menikmati berkat itu, tetapi orang lain akan telah menikmatinya dengan sukacita.

'Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena engkau mendengarkan firman-Ku', kata Tuhan Allah kepada Abraham. Hari ini Tuhan Allah juga mengingatkan kita untuk mendengarkan sabda dan kehendakNya: 'inilah Anak yang Kukasihi, dengarkanlah Dia'. Allah tidak meminta kita mendengarkan para nabi, atau para murid, tetapi mendengarkan AnakNya sendiri, yang adalah sang Sabda menjadi manusia itu. Kehadiran Yesus yang penuh sukacita dan membahagiakan, sebagaimana dialami Petrus, Yohanes dan Yakobus, akan dapat kita nikmati juga.

 

Oratio

Yesus Kristus, menyatakan kemuliaanMu di depan para murid, sehingga mereka terperangah dan ingin terus menikmatinya. Kehadiran dan kemuliaanMu memang membawa sukacita bagi setiap orang. Teguhkanlah kemauan kami untuk mendengarkan sabdaMu, sebab hanya dengan mendengarkan sabda dan kehendakMu, kami beroleh rahmat dan belaskasihMu. Amin.

 

Contemplatio

'Inilah Anak yang Kukasihi, dengarkanlah Dia'.

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Mengenal Karmelit Awam dari dekat (2)

Pesta Santo Simon dan Yudas, 28 Oktober 2016