Pesta Yesus dipersembahkan di bait Allah

2 Februari 2020

Mal 3: 1-4 + Ibr 2: 14-18 + Luk 2: 22-32

 

 

Lectio

Ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan, seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan: "Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah", dan untuk mempersembahkan korban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati.  Di Yerusalem ada seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya, dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan. Ia datang ke Bait Allah oleh Roh Kudus. Ketika Yesus, Anak itu, dibawa masuk oleh orang tua-Nya untuk melakukan kepada-Nya apa yang ditentukan hukum Taurat, ia menyambut Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya: "Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu, sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu, yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa, yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel."

 

Meditatio

Ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan, seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan: Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah, dan untuk mempersembahkan korban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati.

Yang ditahirkan sebenarnya adalah Maria, mengingat peristiwa kelahiran. Maria sadar sungguh akan posisi dirinya dalam masyarakat beragama. Maria tahu menempatkan diri, walau dia mengandung seorang Anak laki-laki, karena Roh Kudus. Namun juga semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah, dalam arti dipersembahkan kepada Tuhan sesuai dengan tugas perutusan yang hendak disampaikan Tuhan sendiri kepadanya. Peristiwa Yesus dipersembahkan di dalam bait Allah adalah wujud inkarnasi Allah yang secara sengaja mau mengikuti segala proses kehidupan manusia. Dia merendahkan diri, bahkan sampai mati di salib. Inkarnasi adalah proses seorang anak manusia mengikuti segala aturan main dalam kehidupan bersama. Peristiwa krusial yang akan sebentar lagi akan dialami Yesus Allah adalah pembaptisan di sungai Yordan.

Simeon membopongNya. Seorang Bayi kecil yang tak berdaya. Persembahan yang dibawa keluargaNya hanyalah sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati. Inikah Anak Daud? Inikah Mesias yang diteriakkan para malaikat? Bayi sesederhana inikah, bahwasannya: 'apabila Ia menampakkan diri, Ia seperti api tukang pemurni logam dan seperti sabun tukang penatu. Ia akan duduk seperti orang yang memurnikan dan mentahirkan perak; dan Ia mentahirkan orang Lewi, menyucikan mereka seperti emas dan seperti perak' (Mal 3). Kesemarakan tidak ada yang melekat padaNya. Namun begitu kehadiran Yesus menjadi kerinduan banyak orang, karena memang Dialah sang Terang, sebagaimana dikatakan Simeon sendiri pada saat itu. Kehadiran Yesus di bait Allah menjadi penegasan, bahwa 'keselamatan yang dari pada-Mu, yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa, yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel', tegas Simeon.

 

Oratio

Yesus Kristus, Engkau datang ke dunia hendak membuka mata dan telinga kami, agar kami mengenal keselamatan yang berasal daripadaMu. Semoga peristiwa hari ini, juga mengingatkan keluarga-keluarga kami untuk taat dan setia kepadaMu, yang seringkali penyataanMu, Engkau wartakan secara konkrit melalui GerejaMU yang kudus. Amin.

 

Contemplatio

'Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu, sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu, yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa, yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa'









Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Mengenal Karmelit Awam dari dekat (2)

Pesta Santo Simon dan Yudas, 28 Oktober 2016