Rabu Abu di Pekan Prapaskah, 17 Februari 2021

Yl 2: 12-18 + 2Kor 2: 20-26 + Mat 6: 1-6.16-18

 

 

Lectio

Suatu kali bersabdalah Yesus: 'ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga. Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu. Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.

Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.

Apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu'.

 

Meditatio

'Ingatlah', tegas yesus kepada para muridNya, 'jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga'. Agama yang dimaksudkan di sini tentunya agama Yahudi. Agama Yahudi mempunyai aneka kewajiban yang harus ditaati oleh umatnya, terlebih dengan berlandaskan pada hukum Taurat dan kitab para Nabi. Kewajiban agama dimaksudkan agar setiap orang selalu mengarahkan hati dan budinya kepada Tuhan. Aneka kewajiban hanya mengandaikan agar setiap orang dalam keseharian perilakunya dapat hidup layak di hadapan Tuhan dan berlaku baik terhadap sesamanya.

Apabila kamu memberi sedekah, berdoa dan berpuasa, janganlah seperti orang munafik, tegas Yesus. Ada banyak kewajiban tentunya, tetapi Yesus hanya menyebut ketiga kewajiban pokok. Melakukan ketiga kewajiban yang tidak seperti kaum munafik mengandaikan kewajiban-kewajiban itu dilakukan dengan ikhlas dan jujur, tanpa dibuat-buat, dan bukan untuk mendapatkan pujian dari orang-orang sekitarnya. Sebab bila kemunafikan menyelimuti semangat doa, sedekah dan puasa, orang itu tidak akan beroleh upah dari Bapa yang di sorga.

'Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu, berbaliklah kepada TUHAN, Allahmu' (Yl 2). Sebuah penyataan yang mengajak agar tidak melakukan segala sesuatu yang inderawi semata-mata, tetapi benar-benar ungkapan nyata sikap hati yang mau bertobat dan mendekatkan diri pada Tuhan. Sebab bukankah pertobatan diri yang menjadikan kita didamaikan dengan Allah dan dibenarkan oleh Allah (2Kor 5), dan bukannya aneka bentuk puasa kita? Malah Bapamu akan membalas kebaikanmu kepadamu.

 

Oratio

Yesus Kristus, kami bersyukur kepadaMu, karena Engkau selalu mengingatkan kami. Engkau mengajak kami tidak bersikap munafik dalam keseharian kami. Semoga kami semakin berani bersikap dan bertindak jujur, sehingga pada akhirnya kami boleh menikmati sukacita bersama para kudusMu. Amin.

 

Contemplatio

'Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga'.

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Mengenal Karmelit Awam dari dekat (2)

Pesta Santo Simon dan Yudas, 28 Oktober 2016