Rabu Pekan Biasa IV, 3 Februari 2020

Ibr 12: 4-7 + Mzm 103 + Mrk 6: 1-6

 

 

Lectio

Pada waktu itu Yesus berangkat dari situ dan tiba di tempat asal-Nya, sedang murid-murid-Nya mengikuti Dia. Pada hari Sabat Ia mulai mengajar di rumah ibadat dan jemaat yang besar takjub ketika mendengar Dia dan mereka berkata: "Dari mana diperoleh-Nya semuanya itu? Hikmat apa pulakah yang diberikan kepada-Nya? Dan mujizat-mujizat yang demikian bagaimanakah dapat diadakan oleh tangan-Nya? Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?" Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. Maka Yesus berkata kepada mereka: "Seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara kaum keluarganya dan di rumahnya." Ia tidak dapat mengadakan satu mujizat pun di sana, kecuali menyembuhkan beberapa orang sakit dengan meletakkan tangan-Nya atas mereka. Ia merasa heran atas ketidakpercayaan mereka. Lalu Yesus berjalan keliling dari desa ke desa sambil mengajar.

 

Meditatio

Pada waktu itu Yesus berangkat dari situ dan tiba di tempat asal-Nya, sedang murid-murid-Nya mengikuti Dia. Pada hari Sabat Ia mulai mengajar di rumah ibadat dan jemaat yang besar takjub ketika mendengar Dia. Sebab Yesus mengajar dengan penuh wibawa dan kuasa. Mereka berkata: 'dari mana diperoleh-Nya semuanya itu? Hikmat apa pulakah yang diberikan kepada-Nya? Dan mujizat-mujizat yang demikian bagaimanakah dapat diadakan oleh tangan-Nya? Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?'. Banyak orang mempertentangkan keberadaan Yesus dari keluarga miskin dengan kehebatan yang dimilikiNya. Bagaimana semua itu bisa dilakukanNya? Proses inkarnasi kurang dipahami banyak orang. Bukankah Yesus adalah Allah yang menjadi manusia dan tinggal di tengah-tengah umatNya? Sangatlah tidak tepat, bila hal itu juga terjadi di jaman kita sekarang ini.

Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. Maka Yesus berkata kepada mereka: 'seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara kaum keluarganya dan di rumahnya'. Yesus amat menyadari penolakan orang-orang yang dikasihiNya. Dia diterima baik oleh orang-orang Kapernaum, tetapitidaklah demikian di Nazaret, kampung halamanNya. Ia tidak dapat mengadakan satu mujizat pun di sana, kecuali menyembuhkan beberapa orang sakit dengan meletakkan tangan-Nya atas mereka. Ia merasa heran atas ketidakpercayaan mereka. Ketidakpercayaan dan penolakan akan menghalang-halangi belaskasih Tuhan kepada kita umatNya.Lalu Yesus berjalan keliling dari desa ke desa sambil mengajar.

Adakah dari kita yang mengaku sebagai umat Katolik tetapi tidak mempercayai Yesus Kristus? Apalagi kalau kita merasakan selama ini ada banyak tantangan yang kita hadapi? Hendaknya kita hari demi hari semakin percaya kepada Kristus, sang Empunya kehidupan. Sebab tanpa kekudusan kita tidak akan melihat Allah (Ibr 12).

Kekudusan bukanlah semata-mata diperoleh seseorang dengan banyaknya berdoa, melainkan juga harus didapat dalam relasi dengan sesame. Relasi pun akan terjadi dengan indahnya, kalau memang kita bisa menerima orang lain apa adanya, dan bukan berdasar konsep pikiran dan kemauan diri. Ketidakmampuan menerima orang lain, tidak ubahnya ketidakmampuan banyak orang Nazaret menerima Yesus.

 

Oratio

Yesus Kristus, Engkau mengajak kami menerima kehadiranMu dalam setiap peristiwa hidup ini. Semoga kami dengan setia menerima kehadiranMu dalam perjalanan hidup kami, terlebih dalam perjumpaan dengan sesame kami.  Amin.

 

Contemplatio

Tanpa kekudusan kita tidak akan melihat Allah.

 








Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Mengenal Karmelit Awam dari dekat (2)

Pesta Santo Simon dan Yudas, 28 Oktober 2016