Sabtu Pekan Biasa IV, 6 Februari 2020

Ibr 13: 15-18 + Mzm 23 + Mrk 6: 30-34

 

 

Lectio

Pada waktu itu rasul-rasul itu kembali berkumpul dengan Yesus dan memberitahukan kepada-Nya semua yang mereka kerjakan dan ajarkan. Lalu Ia berkata kepada mereka: "Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika!" Sebab memang begitu banyaknya orang yang datang dan yang pergi, sehingga makan pun mereka tidak sempat. Maka berangkatlah mereka untuk mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi. Tetapi pada waktu mereka bertolak banyak orang melihat mereka dan mengetahui tujuan mereka. Dengan mengambil jalan darat segeralah datang orang dari semua kota ke tempat itu sehingga mendahului mereka. Ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka.

 

Lectio

Pada waktu itu rasul-rasul itu kembali berkumpul dengan Yesus dan memberitahukan kepada-Nya semua yang mereka kerjakan dan ajarkan. Yesus tidak memberikan evaluasi kepada mereka. Apakah karya ilahi tidak perlu dikoreksi? Lalu Ia berkata kepada mereka: 'marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika!' Sebab memang begitu banyaknya orang yang datang dan yang pergi, sehingga makan pun mereka tidak sempat. Maka berangkatlah mereka untuk mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi. Beristirahat memang mengumpulkan tenaga untuk memulai pekerjaan baru. Beristirahat tak ubahnya mengasah pisau agar tetap tajam. Seorang pewarta harus berani mengundurkan diri sementara waktu (retret), guna mendapatkan berkat dan semangat baru dalam mewartakan Kerajaan Allah.

Tetapi pada waktu mereka bertolak banyak orang melihat mereka dan mengetahui tujuan mereka. Dengan mengambil jalan darat segeralah datang orang dari semua kota ke tempat itu sehingga mendahului mereka. Mereka lewat darat malahan lebih cepat sampai? Yesus beserta para murid sepertinya harus mengelilingi semenanjung. Ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Belaskasih Allah mengatasi kekuatan insani serta ruang dan waktu. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka.

Apakah kita juga menjadi orang-orang yang terpanggil dalam karya pewartaan dan belaskasih? Kita tentunya orang-orang yang mempunyai kesibukan. Namun baiklah kalau kita berani beristirahat sejenak, terlebih beristirahat Bersama Tuhan, yakni dengan berdoa dan mendengarkan sabdaNya. Sebab dalam istirahat bersamaNya adalah kesempatan istimewa mendapatkan rahmat dan berkatNya, sebagaimana disampaikan Paulus kepada kita: 'kiranya memperlengkapi kamu dengan segala yang baik untuk melakukan kehendak-Nya, dan mengerjakan di dalam kita apa yang berkenan kepada-Nya, oleh Yesus Kristus' (Ibr 13).

 

Oratio

Yesus Kristus, Engkau berterimakasih kepada para muridMu yang telah berkarya sebagaimana Engkau kehendaki. Engkau juga memberikan kesempatan mereka untuk sejenak beristirahat bersamaMu. Semoga kami berani juga sejenak menarik nafas dalam kasihMu. Amin.

 

Contemplatio

           'Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika!'.






Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Mengenal Karmelit Awam dari dekat (2)

Pesta Santo Simon dan Yudas, 28 Oktober 2016