Sabtu sesudah Rabu Abu, 20 Februari 2021

Yes 58: 9-14 + Mzm 86 + Luk 5: 27-32

 

 

Lectio

Suatu kali ketika Yesus pergi ke luar, Ia melihat seorang pemungut cukai, yang bernama Lewi, sedang duduk di rumah cukai. Yesus berkata kepadanya: "Ikutlah Aku!" Maka berdirilah Lewi dan meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Dia. Dan Lewi mengadakan suatu perjamuan besar untuk Dia di rumahnya dan sejumlah besar pemungut cukai dan orang-orang lain turut makan bersama-sama dengan Dia. Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat bersungut-sungut kepada murid-murid Yesus, katanya: "Mengapa kamu makan dan minum bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?" Lalu jawab Yesus kepada mereka, kata-Nya: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat."

 

Meditatio

Guru mengajar para murid. Guru menjadikan para murid pandai dan berpengertian pasti bisa dipahami banyak orang. Namun amat sulit dimengerti kalau orang baik bergaul dengan kaum jahat; dan itulah yang dikatakan kaum Farisi dan para ahli Taurat. 'Mengapa kamu makan dan minum bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?'. Perkataan itu memang dikatakan kepada para murid, tetapi sejatinya dikenakan dan diarahkan kepada Yesus sang Guru. Bukankah pemazmur juga mengingatkan: hendaknya kamu 'tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh' (Mzm 1). Guru kalian pasti tahu isi kitab Mazmur, tetapi mengapa kalian melakukan hal itu? Ternyata munafik juga kalian!

 Lalu jawab Yesus kepada mereka, kata-Nya: 'bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat'. Misi Yesus inilah yang tidak dimengerti orang-orang cerdik pandai pada waktu itu. Apakah mereka tidak mengerti apa itu keselamatan? Sepertinya mereka tidak tahu tentang apa itu pertobatan. Mereka tidak tahu apa itu pembaharuan hidup; apalagi hidup dalam Roh ala kharismatik. Sepertinya mereka hanya mengenal hitam dan putih. Mereka tidak mengenal api penyucian. Mereka hanya tahu hidup atau mati. Mareka malahan tidak tahu apa itu kematian. Kematian adalah suatu perpisahan, kepedihan dan tangisan yang tidak berakhir. Hidup hanya ada sekarang ini, esok tidak diketahuinya.

Masa Prapaskah mengingatkan kita, bahwa ada hidup, ada mati, ada kebangkitan ada kemuliaan. Ada pula hidup yang tidak kita inginkan. Kaum Farisi juga tidak ingin sang Guru duduk makan dengan kaum pendosa dan pemungut cukai. Paskah nanti mengingatkan kemuliaan hanya ada, bila terjadi kebangkitan; kebangkitan terjadi bila ada kematian. Kematian tidak boleh kita tolak. Kematian harus kita nikmati, agar mengalami kebangkitan.

 

Oratio

Yesus Kristus, seringkali pikiran kami berjalan ke sana ke mari tanpa adanya kemauan untuk memahami yang kami alami. Kiranya terang Roh KudusMu mendampingi kami selalu, sehingga kami memahami aneka pristiwa kehidupan ini apa adanya, malahan mampu merasakan kehadiranMu dalam aneka peristiwa yang tidak kami inginkan. Amin.

 

Contemplatio

'Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat'.

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Mengenal Karmelit Awam dari dekat (2)

Pesta Santo Simon dan Yudas, 28 Oktober 2016