Selasa Pekan Biasa VI, 16 Februari 2021

Kej 6: 5-8 + Mzm 29 + Mrk 8: 14-21

 

 

Lectio

Suatu hari ketika mereka berperahu ternyata murid-murid Yesus lupa membawa roti, hanya sebuah saja yang ada pada mereka dalam perahu. Lalu Yesus memperingatkan mereka, kata-Nya: "Berjaga-jagalah dan awaslah terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes." Maka mereka berpikir-pikir dan seorang berkata kepada yang lain: "Itu dikatakan-Nya karena kita tidak mempunyai roti." Dan ketika Yesus mengetahui apa yang mereka perbincangkan, Ia berkata: "Mengapa kamu memperbincangkan soal tidak ada roti? Belum jugakah kamu faham dan mengerti? Telah degilkah hatimu? Kamu mempunyai mata, tidakkah kamu melihat dan kamu mempunyai telinga, tidakkah kamu mendengar? Tidakkah kamu ingat lagi, pada waktu Aku memecah-mecahkan lima roti untuk lima ribu orang itu, berapa bakul penuh potongan-potongan roti kamu kumpulkan?" Jawab mereka: "Dua belas bakul." "Dan pada waktu tujuh roti untuk empat ribu orang itu, berapa bakul penuh potongan-potongan roti kamu kumpulkan?" Jawab mereka: "Tujuh bakul." Lalu kata-Nya kepada mereka: "Masihkah kamu belum mengerti?"

 

Lectio

Suatu hari ketika mereka berperahu ternyata murid-murid Yesus lupa membawa roti, hanya sebuah saja yang ada pada mereka dalam perahu. Lalu Yesus memperingatkan mereka, kata-Nya: 'berjaga-jagalah dan awaslah terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes'. Yesus secara sengaja sepertinya menempatkan ajaranNya sesuai dengan kenyataan konkrit para murid agar mudah dimengerti dan diingat mereka. Maka mereka berpikir-pikir dan seorang berkata kepada yang lain: 'itu dikatakan-Nya karena kita tidak mempunyai roti'. Maksud Tuhan Yesus ternyata tidak mengenai sasaran. Para murid salah menangkap kemauan san Guru.

Dan ketika Yesus mengetahui apa yang mereka perbincangkan, Ia berkata: 'mengapa kamu memperbincangkan soal tidak ada roti? Belum jugakah kamu faham dan mengerti? Telah degilkah hatimu? Kamu mempunyai mata, tidakkah kamu melihat dan kamu mempunyai telinga, tidakkah kamu mendengar?'. Para murid memang sering tidak memberi hati pada pengajaran Yesus, sang Guru. Indera mereka tidak mencukupi. Kesehatan badani ternyata tidak mencukupi untuk mendengar, melihat dan merasakan kebaikan Tuhan.  'Tidakkah kamu ingat lagi, pada waktu Aku memecah-mecahkan lima roti untuk lima ribu orang itu, berapa bakul penuh potongan-potongan roti kamu kumpulkan?' Jawab mereka: 'dua belas bakul'. 'Dan pada waktu tujuh roti untuk empat ribu orang itu, berapa bakul penuh potongan-potongan roti kamu kumpulkan?' Jawab mereka: 'tujuh bakul'. Ini buktinya. Indera mereka menangkap, tetapi hati tak mampu memberi kesimpulan. Mereka tak mampu berkata-kata: 'Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata', sebagaimana diserukan orang-orang Sidon. Mereka para murid banyak yang  tuli dan bisu hatinya.  

Lalu kata-Nya kepada mereka: 'masihkah kamu belum mengerti?'.

Ke-tidak-mau-tahu-an akan kehendak Tuhan sering kita lakukan, karena kemalasan diri dan kemauan yang selalu mencari kepuasan diri.  'Maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya' (Kej 6, 6), kiranya tidak terucapkan oleh siapapun kepada kita.

 

Oratio

Yesus Kristus, kami seringkali tidak memperhatikan apa yang Engkau sabdakan kepada kami. Kami malah sibuk dengan diri kami sendiri. Ajarilah kami selalu dengan terang Roh KudusMu, agar hati kamilah yang malah berani mendengarkan sabdaMu dan merasakannya dalam kehidupan kami sehari-hari. Amin.

 

Contemplatio

'Telah degilkah hatimu? Kamu mempunyai mata, tidakkah kamu melihat dan kamu mempunyai telinga, tidakkah kamu mendengar?'.








Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Mengenal Karmelit Awam dari dekat (2)

Pesta Santo Simon dan Yudas, 28 Oktober 2016