Hari Raya Maria Menerima Kabar Gembira, 25 Maret 2021

 

Yes 7: 10-14 + Ibr 10: 4-10 + Luk 1: 26-38

 

 

Lectio

Suatu kali dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau." Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu. Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan." Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?" Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, ia pun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu. Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil." Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia.

 

Meditatio

'Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau'. Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu. Sebab bagaimana tidak terkejut? Maria akan mendapatkan sesuatu, tetapi apa itu? Belum jelas! Lagi pula, Tuhan akan menyertai. Bukankah selama ini Tuhan selalu menyertai umatNya?

Akhirnya malaikat itu menjelaskan kepadanya: 'jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang Anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus'. Inilah karunia atau pemberian yang diterima oleh Maria. Suatu anugerah yang amat luar biasa. Banyak orang merindukan karunia yang indah ini. Namun, 'bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?'. Sebuah pertanyaan yang kritis dan cekatan.

'Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu Anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah', jawab malaikat itu. inilah tanda Allah menyertai diri Maria. Sebab semuanya itu terjadi hanya karena kemauan Allah; bukan karena keinginan Maria, atau pun keinginan laki-laki (Yoh 1).

'Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu', jawab Maria. Aku datang untuk melakukan kehendakMu (Ibr 10). Hanya karena keinginan Allah, maka Maria mengaminiNya.

Hari Raya Kabar Sukacita mengingatkan Gereja akan kehendak Allah yang menyelamatkan umat manusia. Hari Raya Kabar Sukacita mengingatkan juga agar kita berani menerima kemauan Tuhan Allah, yang mendahului dan mengatasi kemampuan insani. Sebab bukankah Allah sang Empunya kehidupan?

 

Oratio

Yesus Kristus, Engkau menantang Maria untuk berani menerima kehadiranMu. KehadiranMu yang mengatasi ketidakmampuan insani kami. Ingatkan kami selalu agar kami berani mengutamakan kehendakMu, walau seringkali di luar daya insani kami, dan semoga kami pun semakin berani menerima wacana baru yang Engkau sampaikan sendiri kepada kami. Amin.

 

Contemplatio

Pertama, 'sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang Anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus'.

Kedua, 'Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu Anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah'.

 

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Mengenal Karmelit Awam dari dekat (2)

Pesta Santo Simon dan Yudas, 28 Oktober 2016