Jumat Pekan Prapaskah II, 5 Maret 2021

Kej 37: 17-28 + Mzm 105 + Mat 21: 33-46

 

 

Lectio

Suatu hari Yesus menyampaikan sebuah perupamaan: 'ada seorang tuan tanah membuka kebun anggur dan menanam pagar sekelilingnya. Ia menggali lobang tempat memeras anggur dan mendirikan menara jaga di dalam kebun itu. Kemudian ia menyewakan kebun itu kepada penggarap-penggarap lalu berangkat ke negeri lain. Ketika hampir tiba musim petik, ia menyuruh hamba-hambanya kepada penggarap-penggarap itu untuk menerima hasil yang menjadi bagiannya. Tetapi penggarap-penggarap itu menangkap hamba-hambanya itu: mereka memukul yang seorang, membunuh yang lain dan melempari yang lain pula dengan batu. Kemudian tuan itu menyuruh pula hamba-hamba yang lain, lebih banyak dari pada yang semula, tetapi mereka pun diperlakukan sama seperti kawan-kawan mereka. Akhirnya ia menyuruh anaknya kepada mereka, katanya: Anakku akan mereka segani. Tetapi ketika penggarap-penggarap itu melihat anaknya itu, mereka berkata seorang kepada yang lain: Ia adalah ahli waris, mari kita bunuh dia, supaya warisannya menjadi milik kita. Mereka menangkapnya dan melemparkannya ke luar kebun anggur itu, lalu membunuhnya. Maka apabila tuan kebun anggur itu datang, apakah yang akan dilakukannya dengan penggarap-penggarap itu?" Kata mereka kepada-Nya: "Ia akan membinasakan orang-orang jahat itu dan kebun anggurnya akan disewakannya kepada penggarap-penggarap lain, yang akan menyerahkan hasilnya kepadanya pada waktunya." Kata Yesus kepada mereka: "Belum pernahkah kamu baca dalam Kitab Suci: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita. Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu. Ketika imam-imam kepala dan orang-orang Farisi mendengar perumpamaan-perumpamaan Yesus, mereka mengerti, bahwa merekalah yang dimaksudkan-Nya. Dan mereka berusaha untuk menangkap Dia, tetapi mereka takut kepada orang banyak, karena orang banyak itu menganggap Dia nabi.

 

Meditatio

'Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu'. Mungkinkah kata-kata Yesus itu disampaikan kepada kita? Mungkin saja, kalau memang kita seperti penggarap-penggarap, yang tidak menyerahkan hasil kebun pada waktunya, yang tidak bertanggunjawab atas kepercayaan yang diberikan kepada kita, bahkan bertindak jahat dengaan membunuh, yang mudah irihati terhadap keberhasilan orang lain, bahkan kasih dan perhatian besar yang dialami sesame, sebagaimana keduabelas suku Israel yang cemas dan irihati terhadap Yusuf, saudara mereka.

'Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita', tegas Yesus, yang berbicara tentang diriNya dengan mengutip kitab Perjanjian Lama. Dia yang tidak diperhatikan, malahan dibuang dengan salib, malahan menjadi kurban tebusan bagi banyak orang. Sungguh, Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.

 

Oratio

Yesus Kristus, Engkau mengingatkan kami agar menjadi orang-orang yang bertanggungjawab atas segala kepercayaan yang telah diberikan kepada kami, terlebih akan anugerah-anugerah yang telah Engkau limpahkan kepada kami. Semoga kami menjadi orang-orang yang mampu bertanggungjawab sebagaimana Engkau lakukan sendiri dengan menjadi Batu Penjuru bagi kehidupan kami. Amin.

 

Contemplatio

'Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita'.







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Mengenal Karmelit Awam dari dekat (2)

Pesta Santo Simon dan Yudas, 28 Oktober 2016