Kamis Pekan Prapaskah II, 4 Maret 2021

Yer 17: 5-10 + Mzm 1 + Luk 16: 19-31

 

 

Lectio

Suatu hari Yesus menyampaikan sebuah perupamaan: 'ada seorang kaya yang selalu berpakaian jubah ungu dan kain halus, dan setiap hari ia bersukaria dalam kemewahan. Dan ada seorang pengemis bernama Lazarus, badannya penuh dengan borok, berbaring dekat pintu rumah orang kaya itu, dan ingin menghilangkan laparnya dengan apa yang jatuh dari meja orang kaya itu. Malahan anjing-anjing datang dan menjilat boroknya. Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham. Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia menderita sengsara di alam maut ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus duduk di pangkuannya. Lalu ia berseru, katanya: Bapa Abraham, kasihanilah aku. Suruhlah Lazarus, supaya ia mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahku, sebab aku sangat kesakitan dalam nyala api ini. Tetapi Abraham berkata: Anak, ingatlah, bahwa engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk. Sekarang ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita. Selain dari pada itu di antara kami dan engkau terbentang jurang yang tak terseberangi, supaya mereka yang mau pergi dari sini kepadamu ataupun mereka yang mau datang dari situ kepada kami tidak dapat menyeberang. Kata orang itu: Kalau demikian, aku minta kepadamu, bapa, supaya engkau menyuruh dia ke rumah ayahku, sebab masih ada lima orang saudaraku, supaya ia memperingati mereka dengan sungguh-sungguh, agar mereka jangan masuk kelak ke dalam tempat penderitaan ini. Tetapi kata Abraham: Ada pada mereka kesaksian Musa dan para nabi; baiklah mereka mendengarkan kesaksian itu. Jawab orang itu: Tidak, Bapa Abraham, tetapi jika ada seorang yang datang dari antara orang mati kepada mereka, mereka akan bertobat. Kata Abraham kepadanya: Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati'.

 

Meditatio

Kata orang kaya itu: kalau demikian, aku minta kepadamu, bapa, supaya engkau menyuruh Lazarus ke rumah ayahku, sebab masih ada lima orang saudaraku, supaya ia memperingati mereka dengan sungguh-sungguh, agar mereka jangan masuk kelak ke dalam tempat penderitaan ini. Inilah kutipan dari perumpamaan yang diberikan Yesus. orang kaya itu adalah 'dia yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN! Ia akan seperti semak bulus di padang belantara, ia tidak akan mengalami datangnya keadaan baik; ia akan tinggal di tanah angus di padang gurun, di negeri padang asin yang tidak berpenduduk' (Yer 17).

Namun orang kaya ini amat cinta kepada saudara-saudaranya. Dia menginginkan, agar mereka semua tidak mengalami hal yang sama seperti yang dialaminya sekarang ini, yakni sangat kesakitan dalam nyala api, yang dialami setelah peristiwa kematiannnya. Semuanya terjadi, karena dia telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, dan tidak mau tahu terhadap Lazarus segala yang buruk. Permintaannya akan dikabulkan, bila memang mereka mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, sebagaimana tersurat dalam kitab Taurat dan para Nabi.

Orang kaya masih mempunyai harapan bahwa para saudaranya mempunyai kesempatan untuk menjaga dan memperbaiki diri untuk tidak menikmati seperti yang dialami. Kita pun termasuk saudara dan saudari rang kaya itu, karena memang kita belum mengalami persitiwa kematian. Kita pun diminta untuk berani mendengarkan kitab Taurat dan para Nabi, yang kini telah tersimpan dalam Injil Yesus Kristus.

 

Oratio

Yesus Kristus, Engkau mengingatkan kami untuk setia selalu mendengarkan sabda dan kehendakMu yang tersurat dalam Kitab Suci. Semoga kami setia mendengarkannya dan terlebih melaksanakannya, agar kami boleh mneikmati masa sukacita surgawi Bersama para kudusMu. Amin.

 

Contemplatio

Aku minta kepadamu, bapa, supaya engkau menyuruh Lazarus ke rumah ayahku, sebab masih ada lima orang saudaraku, supaya ia memperingati mereka dengan sungguh-sungguh, agar mereka jangan masuk kelak ke dalam tempat penderitaan ini.

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Mengenal Karmelit Awam dari dekat (2)

Pesta Santo Simon dan Yudas, 28 Oktober 2016