Kamis Pekan Prapaskah III, 11 Maret 2021

Yer 7: 23-28 + Mzm 95 + Luk 11: 14-23

 

 

Lectio

Pada suatu kali Yesus mengusir dari seorang suatu setan yang membisukan. Ketika setan itu keluar, orang bisu itu dapat berkata-kata. Maka heranlah orang banyak. Tetapi ada di antara mereka yang berkata: "Ia mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, penghulu setan." Ada pula yang meminta suatu tanda dari sorga kepada-Nya, untuk mencobai Dia. Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata: "Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa, dan setiap rumah tangga yang terpecah-pecah, pasti runtuh. Jikalau Iblis itu juga terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri, bagaimanakah kerajaannya dapat bertahan? Sebab kamu berkata, bahwa Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul. Jadi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, dengan kuasa apakah pengikut-pengikutmu mengusirnya? Sebab itu merekalah yang akan menjadi hakimmu. Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu. Apabila seorang yang kuat dan yang lengkap bersenjata menjaga rumahnya sendiri, maka amanlah segala miliknya. Tetapi jika seorang yang lebih kuat dari padanya menyerang dan mengalahkannya, maka orang itu akan merampas perlengkapan senjata, yang diandalkannya, dan akan membagi-bagikan rampasannya. Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan."

 

Meditatio

Kalau kemarin Yesus menangkis orang-orang yang memelintir pengajaranNya, hari Yesus menanggapi orang-orang yang meminta tanda dari surga dan menuduh Yesus mengusir setan dengan kuasa Beelzebub. Yesus meyakinkan mereka, pertama, 'jikalau iblis itu juga terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri, bagaimanakah kerajaannya dapat bertahan'. Kuasa kegelapan juga pasti ingin bertahan. Mereka pasti tidak mau membinasakan dirinya sendiri. Kuasa kegelapan juga pakai otak. Kedua, 'jika Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, dengan kuasa apakah pengikut-pengikutmu mengusirnya?'.  Yang tidak mengenal kejahatan dituduh berbuat jahat, lalu bagaimana dengan kita, orang-orang yang cenderung menyukai kejahatan? Yesus sungguh-sungguh menampar mereka dengan pengajaranNya, agar setiap orang tidak berkata-kata tanpa berpikir panjang  dan yang selalu berpikir negative terhadap sesamanya. Mereka meminta tanda dan mencobai Yesus guna menyatakan diri sebagai kaum yang tegar tengkuk. Mereka lebih jahat dari nenek moyangnya (Yer 7), sebagaimana dikatakan dalam nubuat Yeremia. Mereka itu dinyatakan oleh Yesus juga seperti para penggarap kebun anggur yang tidak bertanggunjawab itu.

'Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu', tegas Yesus. Sebab memang Tuhan Allah sang Empunya kehidupan. Dia melebihi Gereja yang hendak dibangunNya, karena memang alam mau tak mampu mengusaiNya. Dia bagaikan 'seorang yang lebih kuat menyerang dan mengalahkannya, maka orang itu akan merampas perlengkapan senjata, yang diandalkannya, dan akan membagi-bagikan rampasannya', sebagaimana ditegaskan Yesus tadi.

Prapaskah mengajak kita untuk selalu berpikir positif terhadap segala peristiwa kehidupan, kalau pun ada sepintas peristiwa yang tidak mengenakkan. Prapaskah mengingatkan tentang perjalanan hidup Yesus yang tidak dikehendaki Allah, tetapi dengan setia dilakukan dan dijalani oleh Yesus guna mencapai kematian yang yang bermakna dan mengarah kepada kebangkitan.

 

Oratio

Yesus Kristus, kedatanganMu dan sapaanMu benar-bemar mengingatkan, bahwa KerajaanMu ada di tengah-tengah kami. Engkau mendampingi kami. Semoga kami menikmatiNya dengan penuh syukur, dan selalu siap untuk berbagi dengan orang-orang yang ada di sekeitar kami. Amin.

 

Contemplatio

'Jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu'.

 

 

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Mengenal Karmelit Awam dari dekat (2)

Pesta Santo Simon dan Yudas, 28 Oktober 2016