Rabu dalam Pekan Suci, 31 Maret 2021

Yes 50: 4-9 + Mzm 69 + Mat 26: 14-25

 

 

Lectio

Pada waktu itu pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala. Ia berkata: "Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?" Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya. Dan mulai saat itu ia mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus.

Pada hari pertama dari hari raya Roti Tidak Beragi datanglah murid-murid Yesus kepada-Nya dan berkata: "Di mana Engkau kehendaki kami mempersiapkan perjamuan Paskah bagi-Mu?" Jawab Yesus: "Pergilah ke kota kepada si Anu dan katakan kepadanya: Pesan Guru: waktu-Ku hampir tiba; di dalam rumahmulah Aku mau merayakan Paskah bersama-sama dengan murid-murid-Ku." Lalu murid-murid-Nya melakukan seperti yang ditugaskan Yesus kepada mereka dan mempersiapkan Paskah. Setelah hari malam, Yesus duduk makan bersama-sama dengan kedua belas murid itu. Dan ketika mereka sedang makan, Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku." Dan dengan hati yang sangat sedih berkatalah mereka seorang demi seorang kepada-Nya: "Bukan aku, ya Tuhan?" Ia menjawab: "dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku. Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan." Yudas, yang hendak menyerahkan Dia itu menjawab, katanya: "Bukan aku, ya Rabi?" Kata Yesus kepadanya: "Engkau telah mengatakannya."

 

Meditatio

Kalau akhirnya seperti ini, mengapa Yesus dahulu memilih Yudas Iskariot? Itulah yang dapat kita katakan selesai membaca perikop di atas.

Segalanya tertata rapi. Yesus memilih para murid dan memimpin mereka kepada kesempurnaan. Orang-orang yang tidak sempurna dikumpulkanNya. Namun semuanya berubah, karena ketidaksetiaan. Allah mengasihi umatNya dalam diri Yesus Kristus, PuteraNya, tetapi Allah seketika dapat memanggul salib dalam PuteraNya, karena ada ketidaksetiaan. A blessing in disguise, bahwasannya dosa Adam dikonkritkan lebih nyata dalam pengkhianatan Yudas Iskariot; dan itulah yang mendatangkan sang Penebus. Inilah yang menjadi pujian Paskah kita nanti.

'Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?'. Dikatakan Yudas Iskariot dengan tegas. Apakah Yudas tidak puas dengan pengajaran sang Guru? Apakah dia hendak mencari keuntungan dan kepuasan diri, sebagaimana dituliskan kemarin, bahwa Yudas ini adalah seorang pencuri uang? Inilah gambaran nyata orang-orang yang tidak mau diselamatkan, orang-orang yang lebih menyukai kegelapan. Yesus tidak melarang mereka, tetapi Yesus mengingatkan mereka selalu.

 

Oratio

Yesus Kristus, Engkau sungguh-sungguh hendak menyalamatkan orang-orang yang Engkau kasihi, tetapi apalah daya, Engkau tidak memaksa orang-orang yang melawanMu. Semoga pengalaman hari ini membuat kami setia kepadaMu, dan semakin merasakan Engkau benar-benar mengasihi dan menyanyangi kami. Amin.

 

Contemplatio

'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku'.








Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Mengenal Karmelit Awam dari dekat (2)

Pesta Santo Simon dan Yudas, 28 Oktober 2016