Rabu Pekan Prapaskah II, 3 Maret 2021

Yer 18: 18-20 + Mzm 31 + Mat 20: 17-28

 

 

Lectio

Suatu hari ketika Yesus akan pergi ke Yerusalem, Ia memanggil kedua belas murid-Nya tersendiri dan berkata kepada mereka di tengah jalan: "Sekarang kita pergi ke Yerusalem dan Anak Manusia akan diserahkan kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, dan mereka akan menjatuhi Dia hukuman mati. Dan mereka akan menyerahkan Dia kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya Ia diolok-olokkan, disesah dan disalibkan, dan pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan."

Maka datanglah ibu anak-anak Zebedeus serta anak-anaknya itu kepada Yesus, lalu sujud di hadapan-Nya untuk meminta sesuatu kepada-Nya. Kata Yesus: "Apa yang kaukehendaki?" Jawabnya: "Berilah perintah, supaya kedua anakku ini boleh duduk kelak di dalam Kerajaan-Mu, yang seorang di sebelah kanan-Mu dan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu." Tetapi Yesus menjawab, kata-Nya: "Kamu tidak tahu, apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan, yang harus Kuminum?" Kata mereka kepada-Nya: "Kami dapat." Yesus berkata kepada mereka: "Cawan-Ku memang akan kamu minum, tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa Bapa-Ku telah menyediakannya."

Mendengar itu marahlah kesepuluh murid yang lain kepada kedua saudara itu. Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: "Kamu tahu, bahwa pemerintah-pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi dan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka. Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu; sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."

 

Meditatio

Permintaan sesuatu selalu bernada lebih baik. Tidak pernah seseorang meminta sesuatu yang lebih buruk. Orang akan meminta sesuatu yang lebih baik, minimal bagi dirinya sendiri, apalagi kalau dia telah merasa melakukan sesuatu yang baik. 'Berilah perintah, supaya kedua anakku ini boleh duduk kelak di dalam Kerajaan-Mu, yang seorang di sebelah kanan-Mu dan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu'. Inilah permintaan seorang ibu bagi anak-anaknya. Ibu Zebedeus ini berkata demikian, karena dia merasa anaknya berani mengikuti sang Guru; apalagi kedua anaknya ini siap 'meminum cawan, yang harus Kuminum', sebagaimana yang telah ditegaskan Yesus.

'Cawan-Ku memang akan kamu minum, tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa Bapa-Ku telah menyediakannya'. Jawaban Yesus sepertinya mementahkan keinginan keluarga Zebedeus. Bukanlah Yesus tidak mampu memberikan kepada mereka, tetapi jawaban Yesus hanya ingin menegaskan, bahwa belaskasih karunia Tuhan tidak dapat dipaksakan dan ditundukkan oleh kebaikan dan jasa seseorang. Tuhan Yesus memang akan selalu memperhatikan semangat: mintalah maka kamu akan diberi, carilah kamu akan mendapat, demikian juga barangsiapa menabur dengan bercucuran air mata akan menuai dengan sorak-sorai, tetapi belaskasih Tuhan mengatasi segala-galanya. Bukankah Dia memberikan hujan bagi orang benar dan tidak benar? Malahan tak jarang Yesus berkata mari kita pergi ke tempat lain dan membiarkan perahu kita hampir tenggelam.

Hal itulah yang disadari sungguh oleh Yeremia, ketika didengarnya: 'marilah kita mengadakan persepakatan terhadap Yeremia, sebab imam tidak akan kehabisan pengajaran, orang bijaksana tidak akan kehabisan nasihat dan nabi tidak akan kehabisan firman. Marilah kita memukul dia dengan bahasanya sendiri dan jangan memperhatikan setiap perkataannya!' (Yer 18). Beriman kepada Tuhan tidak membebaskan kita dari hujan, melainkan sebatas tersedianya payung.

Mengikuti Yesus berarti mengamini sabda: 'barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu; sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang'. Prapaskah mengingatkan kita akan apa artinya beriman kepada Tuhan, mati dan bangkit bersama Yesus.

 

Oratio

Yesus Krsitus, Engkau mengingatkan kami dalam mengikutiMu; bukan mencari kesenangan pribadi, malahan berani dan siap menjadi sesame bagi orang-orang yang ada di sekitar kami. Bantulah kami selalu dengan kasihMu, agar kami setia mengimani Engkau, sebagaimana Engkau teladankan kepada kami dengan menjadi tebusan bagi banyak orang. Semoga Prapaskah mentobatkan kami selalu. Amin.

 

Contemplatio

'Cawan-Ku memang akan kamu minum, tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa Bapa-Ku telah menyediakannya'.

 








Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Mengenal Karmelit Awam dari dekat (2)

Pesta Santo Simon dan Yudas, 28 Oktober 2016