Rabu Pekan Prapaskah III, 10 Maret 2021

Ul 4: 5-9 + Mzm 147 + Mat 5: 17-19

 

 

Lectio

Suatu hari berkatalah Yesus: 'janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga'.

 

Meditatio

Israel terkenal sebagai bangsa yang taat akan perintah-perintah Tuhan. Itulah yang memang dipesankan oleh nenek moyang mereka: 'hai orang Israel, dengarlah ketetapan dan peraturan yang kuajarkan kepadamu untuk dilakukan, supaya kamu hidup dan memasuki serta menduduki negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allah nenek moyangmu. Lakukanlah itu dengan setia, sebab itulah yang akan menjadi kebijaksanaanmu dan akal budimu' (Ul 4). Ketaatan kepada perintah-perintah Tuhan adalah wujuh terima kasih umat kepada Allah yang membebaskan mereka dari tanah Mesir dan memberi tempat yang baru, yang bekelimpahan susu dan madu.

Mungkin atas dasar inilah, banyak orang Farisi dan para ahli Taurat mempersalahkan Yesus yang membuka wacana baru dalam berpengalaman hidup. Yesus sering membiarkan para muridNya tidak berpuasa, tidak mencuci tangan sebelum makan, dan melakukan pelbagai aktifitas yang dilarang pada hari Sabat.  Sebaliknya Yesus malah menegaskan: 'janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya'. Yesus memang mengingatkan, seperti pertama, bukan saja yang membunuh harus dihukum, yang marah saja sudah harus dihukum; kedua, mendahului memberi salam hormat, bukan saja kepada kepada saudara-saudarinya tetapi juga kepada setiap orang yang dijumpainya; ketiga, menantang setiap orang: mana yang diperbolehkan di hari Sabat menyelamatkan atau membinasakan; keempat barangsiapa ingin menjadi terbesar hendaknya siap menjadi pelayan bagi sesamanya. Inilah beberapa contoh pembaharuan yang diberikan Yesus dari perintah-perintah dalam Perjanjian Lama. Inilah yang dipelintir dan digoreng oleh banyak orang, yang antipati padaNya.

'Aku berkata kepadamu: pertama sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi'. Yang membunuh tetap harus dihukum, yang meminta harus diberi, dan setiap orang harus rajin berdoa. Kedua, 'barangsiapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga'. Segala perintah Tuhan harus ditaati, karena memang Dialah sang Empunya kehidupan. Yesus juga menambahkan, bahwa ibu dan saudara-saudariNya adalah mereka yang melakukan kehendak Bapa di surga.

 

Oratio

Yesus Kristus, Engkau selalu membuka wacana baru dalam hidup ini. Hanya bagi orang-orang yang tidak mengasihi Engkau, segala pengajaranMu mereka putarbalikkan. Ajarilah kami untuk selalu berpikir positif dalam segala peristiwa kehidupan, sebab memang Engkau memilih kami, Engkau memberi kehidupan abadi bagi kami. Kuasailah kami dengan terang Roh KudusMu. Amin.

 

Contemplatio

'Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya'.







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Mengenal Karmelit Awam dari dekat (2)

Pesta Santo Simon dan Yudas, 28 Oktober 2016