Sabtu Pekan Prapaskah, 26 Maret 2021

Yes 37: 21-28 + Mzm + Yoh 11: 45-56

 

 

Lectio

Suatu kali banyak di antara orang-orang Yahudi yang datang melawat Maria dan yang menyaksikan sendiri apa yang telah dibuat Yesus, percaya kepada-Nya. Tetapi ada yang pergi kepada orang-orang Farisi dan menceriterakan kepada mereka, apa yang telah dibuat Yesus itu. Lalu imam-imam kepala dan orang-orang Farisi memanggil Mahkamah Agama untuk berkumpul dan mereka berkata: "Apakah yang harus kita buat? Sebab orang itu membuat banyak mujizat. Apabila kita biarkan Dia, maka semua orang akan percaya kepada-Nya dan orang-orang Roma akan datang dan akan merampas tempat suci kita serta bangsa kita." Tetapi seorang di antara mereka, yaitu Kayafas, Imam Besar pada tahun itu, berkata kepada mereka: "Kamu tidak tahu apa-apa, dan kamu tidak insaf, bahwa lebih berguna bagimu, jika satu orang mati untuk bangsa kita dari pada seluruh bangsa kita ini binasa." Hal itu dikatakannya bukan dari dirinya sendiri, tetapi sebagai Imam Besar pada tahun itu ia bernubuat, bahwa Yesus akan mati untuk bangsa itu, dan bukan untuk bangsa itu saja, tetapi juga untuk mengumpulkan dan mempersatukan anak-anak Allah yang tercerai-berai. Mulai dari hari itu mereka sepakat untuk membunuh Dia. Karena itu Yesus tidak tampil lagi di muka umum di antara orang-orang Yahudi, Ia berangkat dari situ ke daerah dekat padang gurun, ke sebuah kota yang bernama Efraim, dan di situ Ia tinggal bersama-sama murid-murid-Nya. Pada waktu itu hari raya Paskah orang Yahudi sudah dekat dan banyak orang dari negeri itu berangkat ke Yerusalem untuk menyucikan diri sebelum Paskah itu. Mereka mencari Yesus dan sambil berdiri di dalam Bait Allah, mereka berkata seorang kepada yang lain: "Bagaimana pendapatmu? Akan datang jugakah Ia ke pesta?"

 

Lectio

'Kamu tidak tahu apa-apa, dan kamu tidak insaf, bahwa lebih berguna bagimu, jika satu orang mati untuk bangsa kita dari pada seluruh bangsa kita ini binasa'. Sepertinya yang dikatakan Kayafas ini adalah politik identitas. Pilihan, bukan berdasarkan visi dan misi, melainkan berdasarkan kesamaan dan jumlah, yang berlawanan dan sengaja dibenturkan. Perlawanan antara kaum Yahudi dan Yesus, seorang diri. Mereka orang-orang yang percaya dan bangga kepada Yesus adalah silent majority. Mereka tidak berani menampakkan iman kepercayaan dalam perilaku

Silent majority inilah yang akhirnya dipergunakan oleh para politisi Yahudi, sebab bila semua orang percaya kepada-Nya, orang-orang Roma akan datang dan akan merampas tempat suci kita serta bangsa kita. Ketidakmauan orang untuk berkata-kata dengan jujur akan membuat banyak orang jauh dari sukacita.

Injil Yohanes saja menambahi, bahwasannya yang dikatakan Kayafas, bukan dari dirinya sendiri, tetapi sebagai Imam Besar pada tahun itu ia bernubuat, bahwa Yesus akan mati untuk bangsa itu, dan bukan untuk bangsa itu saja, tetapi juga untuk mengumpulkan dan mempersatukan anak-anak Allah yang tercerai-berai. Inilah peristiwa pahit dan berpihak, yang dilihat dan dinikmati oleh seorang yang beriman. Semuanya indah pada waktunya, sehingga semua orang akan menjadi umatKu (Yeh 37).

 

Oratio

Yesus Kristus, Engkau menghendaki semua orang beroleh keselamatan. Engkau rela mengorbankan diri dan menjadi tebusan bagia banyak orang. Semoga kami menikmatinya dengan penuh syukur, dan dalam pergaulan sehari-hari kami semakin berkata-kata dengan jujur sebagaimana kehendakMu bagi kami. Amin.

 

Contemplatio

'Kamu tidak tahu apa-apa, dan kamu tidak insaf, bahwa lebih berguna bagimu, jika satu orang mati untuk bangsa kita dari pada seluruh bangsa kita ini binasa'.

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Mengenal Karmelit Awam dari dekat (2)

Pesta Santo Simon dan Yudas, 28 Oktober 2016