Sabtu Pekan Prapaskah III, 13 Maret 2021

Hos 6: 1-6 + Mzm 51 + Luk 18: 9-14

 

 

Lectio

Suatu kali Yesus bersabda kepada beberapa orang yang menganggap dirinya benar dan memandang rendah semua orang lain, Yesus mengatakan perumpamaan ini: "Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa; yang seorang adalah Farisi dan yang lain pemungut cukai. Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini; aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku. Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini. Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan."

 

Meditatio

Dalam perumpaan ini, Yesus bukan saja berbicara tentang beberapa orang yang menganggap dirinya benar dan memandang rendah semua orang lain, malahan orang yang menyombongkan diri di hadapan Tuhan. Dia merasa mampu melakukan segala yang baik dan benar, tidak seperti orang lain. Kami teringat kata-kata yang indah dalam budaya Batak: dolok martimbang, hatubuani simarhora-hora, Tuhan Debata na banua ginjang do suhat-suhat ni hita sude jolma. Kita manusia tidak mampu menentukan kelayakan diri di hadapan Tuhan. Tuhan sendiri yang menentukan kita layak dan pantas tidak di hadapanNya.

Adakah untungnya kita menyombongkan diri? Atau nyamankah kita bergaul dengan mereka yang sombong? Jengkelkah kita terhadap mereka yang selalu menyombongkan diri, dan bahkan mau menangnya sendiri? Suaranya mereka biasa bernada tinggi, karena meminta perhatian banyak orang. Agar mempunyai teman, bahkan teman-teman merasa nyaman bergaul dengan kita, baiklah kalau kita merendahkan diri di hadapan sesame, sebagaimana dikatakan Yesus sendiri: 'barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan'. Yesus pun dalam kesempatan lain juga mengingatkan: 'barangsiapa ingin menjadi besar, hendaklah menjadi pelayan bagi sesamanya'.

 

Oratio

Yesus Kristus, Engkau mengingatkan dan menegur kami, agar tidak murah meremehkan orang lain dan berbangga atas kemampuan diri. Semoga semangatMu memanggul salib menjadi semangat kami juga, yang latih dalam masa Prapaskah ini, sehingga pada akhirnya boleh menikmati Paskah mulia bersamaMu. Amin.

 

Contemplatio

'Barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan'.








Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Mengenal Karmelit Awam dari dekat (2)

Pesta Santo Simon dan Yudas, 28 Oktober 2016