Sabtu Pekan Prapaskah IV, 20 Maret 2021

Yer 11: 18-20 + Mzm 7 + Yoh 7: 40-53

 

 

Lectio

Pada waktu beberapa orang di antara orang banyak, yang mendengarkan perkataan-perkataan itu, berkata: "Dia ini benar-benar nabi yang akan datang." Yang lain berkata: "Ia ini Mesias." Tetapi yang lain lagi berkata: "Bukan, Mesias tidak datang dari Galilea! Karena Kitab Suci mengatakan, bahwa Mesias berasal dari keturunan Daud dan dari kampung Betlehem, tempat Daud dahulu tinggal." Maka timbullah pertentangan di antara orang banyak karena Dia. Beberapa orang di antara mereka mau menangkap Dia, tetapi tidak ada seorang pun yang berani menyentuh-Nya. Maka penjaga-penjaga itu pergi kepada imam-imam kepala dan orang-orang Farisi, yang berkata kepada mereka: "Mengapa kamu tidak membawa-Nya?" Jawab penjaga-penjaga itu: "Belum pernah seorang manusia berkata seperti orang itu!" Jawab orang-orang Farisi itu kepada mereka: "Adakah kamu juga disesatkan? Adakah seorang di antara pemimpin-pemimpin yang percaya kepada-Nya, atau seorang di antara orang-orang Farisi? Tetapi orang banyak ini yang tidak mengenal hukum Taurat, terkutuklah mereka!" Nikodemus, seorang dari mereka, yang dahulu telah datang kepada-Nya, berkata kepada mereka: "Apakah hukum Taurat kita menghukum seseorang, sebelum ia didengar dan sebelum orang mengetahui apa yang telah dibuat-Nya?" Jawab mereka: "Apakah engkau juga orang Galilea? Selidikilah Kitab Suci dan engkau akan tahu bahwa tidak ada nabi yang datang dari Galilea." Lalu mereka pulang, masing-masing ke rumahnya.

 

Meditatio

Pengetahuan dan pemahaman seseorang tidak ada yang sempurna. Tentunya setiap orang akhirnya harus berani belajar dan bekajar sampai akhir hidup. Kalau ada orang-orang Farisi menegaskan: 'Mesias tidak datang dari Galilea! Karena Kitab Suci mengatakan, bahwa Mesias berasal dari keturunan Daud dan dari kampung Betlehem, tempat Daud dahulu tinggal', menunjukkan keterbatasan diri seseorang akan kitab suci. Bukankah Yesus lahir di Betlehem? Bukankah Dia memang disebut Orang Nazaret?

Belajar kitab suci tidak membuat setiap orang mengenal rencana dan kehendak Tuhan. Pengenalan akan Tuhan secara sempurna akan terjadi bila setiap orang berani mendengarkan Dia sendiri yang bersabda. Bukankah penulisan Kitab Suci juga dibatasi oleh ruang dan waktu seseorang? Keluhan nabi Yeremia: 'TUHAN memberitahukan hal itu kepadaku, maka aku mengetahuinya; pada waktu itu Engkau, TUHAN, memperlihatkan perbuatan mereka kepadaku' (Yer 11: 18) mengingatkan kita agar kita berani langsung bertanya kepada Tuhan Allah perihal hidup kita. Tuhan Allah akan menunjukkan kepada kita tentang rancangan-rancanganNya terhadap kita.

 

Oratio

Yesus Kristus, kami bersyukur kepadaMu, karena Engkau selalu mengundang dan menyapa kami. SuaraMu menyemangati kami. Semoga kami semakin bersemangat mendengarkan sapaanMu, dan kami pun berani mengumandangkan pujian dan syukur kepadaMu.  Amin.

 

Contemplatio

"Dia ini benar-benar nabi yang akan datang. Ia ini Mesias."

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Mengenal Karmelit Awam dari dekat (2)

Pesta Santo Simon dan Yudas, 28 Oktober 2016