Selasa Pekan Prapaskah II, 2 Maret 2021

Yes 1: 16-20 + Mzm 50 + Mat 23: 1-12

 

 

Lectio

Suatu hari berkatalah Yesus kepada orang banyak dan kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: "Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa. Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya. Mereka mengikat beban-beban berat, lalu meletakkannya di atas bahu orang, tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya. Semua pekerjaan yang mereka lakukan hanya dimaksud supaya dilihat orang; mereka memakai tali sembahyang yang lebar dan jumbai yang panjang; mereka suka duduk di tempat terhormat dalam perjamuan dan di tempat terdepan di rumah ibadat; mereka suka menerima penghormatan di pasar dan suka dipanggil Rabi. Tetapi kamu, janganlah kamu disebut Rabi; karena hanya satu Rabimu dan kamu semua adalah saudara. Dan janganlah kamu menyebut siapa pun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di sorga. Janganlah pula kamu disebut pemimpin, karena hanya satu Pemimpinmu, yaitu Mesias. Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu. Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.

 

Meditatio

'Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa. Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya'. Inilah permintaan Yesus kepada par muridNya. Pengajaran kaum Farisi dan para ahli Taurat memang harus didengar, karena mereka kaum hirarkhi, mereka kaum cerdik pandai, dan terlebih mereka adalah para penatua agama. Namun perbuatan mereka jauh dari yang mereka ajarkan. Minimal, pertama, mereka itu omdo, omong doang. 'Mereka mengikat beban-beban berat, lalu meletakkannya di atas bahu orang, tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya'. Mereka mengedepankan teori. Jauh juga kalau dikatakan mereka itu beriman tanpa perbuatan.

Kedua, mereka itu tebar pesona, sebab 'semua pekerjaan yang mereka lakukan hanya dimaksud supaya dilihat orang; mereka memakai tali sembahyang yang lebar dan jumbai yang panjang; mereka suka duduk di tempat terhormat dalam perjamuan dan di tempat terdepan di rumah ibadat; mereka suka menerima penghormatan di pasar dan suka dipanggil rabi, bapa ataupun pemimpin'. Kemunafikan juga mereka lakukan ketika berdoa, memberi sedekah dan berpuasa. Prapaskah malah mengajak kita untuk menjadi sesame bagi orang lain, sebagaimana dikatakan Yesus: 'barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu. Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan'.

 

Oratio

Yesus Kristus, Engkau mengingatkan para muridMu menghormati orang-orang yang yang telah mendapatkan kepercayaan dalam mendampingi umatMu. Engkau pun juga menngingatkan para murid agar berani memaklumi mereka yang para pemimpin yang kurang menjalankan tugas panggilannya dengan baik. Semoga rahmat dan belaskasihMu tetap Engkau taburkan dalam diri setiap orang yang percaya kepadaMu. Amin.

 

Contemplatio

'Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu. Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan'.

 

 

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Mengenal Karmelit Awam dari dekat (2)

Pesta Santo Simon dan Yudas, 28 Oktober 2016