Senin dalam Pekan Suci29 Maret 2021

Yes 42: 1-7 + Mzm 27 + Yoh 12: 1-7

 

 

Lectio

Enam hari sebelum Paskah Yesus datang ke Betania, tempat tinggal Lazarus yang dibangkitkan Yesus dari antara orang mati. Di situ diadakan perjamuan untuk Dia dan Marta melayani, sedang salah seorang yang turut makan dengan Yesus adalah Lazarus. Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu. Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata: "Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?" Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya. Maka kata Yesus: "Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku. Karena orang-orang miskin selalu ada pada kamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu." Sejumlah besar orang Yahudi mendengar, bahwa Yesus ada di sana dan mereka datang bukan hanya karena Yesus, melainkan juga untuk melihat Lazarus, yang telah dibangkitkan-Nya dari antara orang mati. Lalu imam-imam kepala bermupakat untuk membunuh Lazarus juga, sebab karena dia banyak orang Yahudi meninggalkan mereka dan percaya kepada Yesus.

 

Meditatio

Ketika keluarga Betania melayani Yesus yang makan bersama, Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu. Mengapa Maria melakukan sesuatu yang ganjil atau nyleneh? Mengapa Yesus tidak menegurnya? Bukankah lebih baik semua makan bersama? Sebetulnya bisa juga dimaklumi celoteh Yudas Iskariot: mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin.

Tuhan Yesuslah yang akan mengatur mereka. Pengurapan Maria kepada Yesus malah dipandangNya sebagai tindakan antisipatif. 'Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku', tegas Yesus. Maria ingin ambil bagian dalam kematian Yesus. Sebab bukankah 'semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus?' (1Kor 15). Prapaskah mengajak kita untuk berani bersikap dan bertindak seperti Maria yang ambil bagian dalam kematian Kristus Tuhan, walau mungkin yang kita lakukan akan bertentangan dengan kelaziman banyak orang. Bersikap seperti Maria berarti percaya, bahwa Kristus Tuhanlah Terang dan Keselamatanku (bdk. Mzm 27)

 

Oratio

Yesus Kristus, Engkaulah kebangkitan dan hidup. Barangsiapa percaya kepadaMu beroleh hidup. Ajarilah dan teguhkanlah kami untuk selalu berani menyatukan diri dengan kehendakMu, dan bersikap seperti Maria yang ambil bagian dalam kematian dan kebangkitanMu. Amin.

 

Contemplatio

'Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku'.








Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Mengenal Karmelit Awam dari dekat (2)

Pesta Santo Simon dan Yudas, 28 Oktober 2016