Senin Pekan Prapaskah III, 8 Maret 2021

2Raj 5: 1-15 + Mzm 42 + Luk 4: 24-30

 

 

Lectio

Suatu hari Yesus berkata: 'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya. Dan Aku berkata kepadamu, dan kata-Ku ini benar: Pada zaman Elia terdapat banyak perempuan janda di Israel ketika langit tertutup selama tiga tahun dan enam bulan dan ketika bahaya kelaparan yang hebat menimpa seluruh negeri. Tetapi Elia diutus bukan kepada salah seorang dari mereka, melainkan kepada seorang perempuan janda di Sarfat, di tanah Sidon. Dan pada zaman nabi Elisa banyak orang kusta di Israel dan tidak ada seorang pun dari mereka yang ditahirkan, selain dari pada Naaman, orang Siria itu'. Mendengar itu sangat marahlah semua orang yang di rumah ibadat itu. Mereka bangun, lalu menghalau Yesus ke luar kota dan membawa Dia ke tebing gunung, tempat kota itu terletak, untuk melemparkan Dia dari tebing itu. Tetapi Ia berjalan lewat dari tengah-tengah mereka, lalu pergi.

 

Meditatio

'Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu'. Inilah kata-kata Yesus. MaksudNya amat jelas dan tegas, yakni agar Israel tetap setia kepada aneka perintah Tuhan yang telah membebaskan mereka dari tanah Mesir. Ketidaksetiaan Israel berarti penolakan belaskasih Tuhan yang dilimpahkan kepada mereka. Contoh konkrit sebenarnya telah dilakukan pada jaman Elia dan Eliza, sebagaimana dikatakan Yesus Tuhan sendiri: 'pada zaman Elia terdapat banyak perempuan janda di Israel ketika langit tertutup selama tiga tahun dan enam bulan dan ketika bahaya kelaparan yang hebat menimpa seluruh negeri. Tetapi Elia diutus bukan kepada salah seorang dari mereka, melainkan kepada seorang perempuan janda di Sarfat, di tanah Sidon. Dan pada zaman nabi Elisa banyak orang kusta di Israel dan tidak ada seorang pun dari mereka yang ditahirkan, selain dari pada Naaman, orang Siria itu'.

Sebaliknya kesetiaan tidak mendatangkan pemanjaan dari Tuhan. Itulah yang dilakukan Yesus yang setia akan tugas perutusanNya. Yesus yang sadar akan makna kematianNya tetap tidak menghendaki kemauan egosis ataupun kemarahan orang-orang yang dikasihiNya. Yesus menolak kematian sia-sia yang hendak dijatuhkan ke jurang. Yesus malahan berjalan lewat dari tengah-tengah mereka, orang-orang yang hendak membunuhNya, lalu pergi. Prapaskah mengingatkan hidup beriman menomerduakan semangat hidup balasjasa.

 

Oratio

Yesus Kristus, Engkau mengajak dan mengingatkan kami agar serlalu setia kepadaMu, sebab memang keselamatan hanya datang berasal daripadaMu. Sebab hanya dengan kesetiaan akan sabdaMu, kami akan selalu bersamaMu di mana pun kami berada. Bantulah kami selalu dengan rahmat kesetiaanMu. Amin.

 

Contemplatio

'Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu'.

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Mengenal Karmelit Awam dari dekat (2)

Pesta Santo Simon dan Yudas, 28 Oktober 2016