Senin Pekan Prapaskah IV, 15 Maret 2021

Yes 65: 17-21 + Mzm 30 + Yoh 4: 43-54

 

 

Lectio

Di Kapernaum ada seorang pegawai istana, anaknya sedang sakit. Ketika ia mendengar, bahwa Yesus telah datang dari Yudea ke Galilea, pergilah ia kepada-Nya lalu meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan anaknya, sebab anaknya itu hampir mati. Maka kata Yesus kepadanya: "Jika kamu tidak melihat tanda dan mujizat, kamu tidak percaya." Pegawai istana itu berkata kepada-Nya: "Tuhan, datanglah sebelum anakku mati." Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, anakmu hidup!" Orang itu percaya akan perkataan yang dikatakan Yesus kepadanya, lalu pergi. Ketika ia masih di tengah jalan hamba-hambanya telah datang kepadanya dengan kabar, bahwa anaknya hidup. Ia bertanya kepada mereka pukul berapa anak itu mulai sembuh. Jawab mereka: "Kemarin siang pukul satu demamnya hilang." Maka teringatlah ayah itu, bahwa pada saat itulah Yesus berkata kepadanya: "Anakmu hidup." Lalu ia pun percaya, ia dan seluruh keluarganya. Dan itulah tanda kedua yang dibuat Yesus ketika Ia pulang dari Yudea ke Galilea.

 

Meditatio

Seringkali terjadi konflik bathin antara kebutuhan dan kepercayaan. Di satu pihak kita membutuhkan adanya penyelesaian segera, di lain pihak kita diminta tetap percaya, walau tanpa ada bukti jawaban akan kebutuhan.

'Tuhan, datanglah sebelum anakku mati', pinta pegawai istana. Dia adalah seorang yang percaya kepada Yesus. Dia memanggilNya Tuhan. Ada keinginannya agar Yesus datang ke rumahnya guna menyembuhkan anaknya. 'Pergilah, anakmu hidup!', sahut Yesus tegas. Inilah awal konflik. Ada jawaban pasti bahwa anaknya hidup, tetapi bagaimana menegtahui dan meastikan bahwa anaknya hidup. Orang itu percaya akan perkataan yang dikatakan Yesus kepadanya, lalu pergi. Iman mengatasi segalanya. Dia percaya akan ucapan sang Tuhan, yang dipercayainya.

Prapaskah meminta kita untuk semakin percaya kepada Yesus, walau seringkali jawaban doa-doa kita tidak sesuai dengan kemauan kita. Iman membuat segalanya baik adanya.

 

Oratio

Yesus Kristus, Engkau seringkali memurnikan iman kepercayaan kami dengan aneka peristiwa yang tidak mengenakkan dan bahkan terasa pahit sekali. Bantulah kami dengan kasihMu, agar kami setia selalu kepadaMu, walau aneka tantangan terus menghadang di depan kami. Amin.

 

Contemplatio

'Pergilah, anakmu hidup!'.

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Mengenal Karmelit Awam dari dekat (2)

Pesta Santo Simon dan Yudas, 28 Oktober 2016