Senin Pekan Prapaskah V, 22 Maret 2021

Dan 13: 1-9 + Mzm 33 + Yoh 8: 1-11

 

 

Lectio

             Pada waktu itu pagi-pagi benar Yesus sudah berada di Bait Allah, dan seluruh rakyat datang kepada-Nya. Ia duduk dan mengajar mereka. Maka ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa kepada-Nya seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah. Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah lalu berkata kepada Yesus: "Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah. Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?" Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Dia, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya. Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di tanah. Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Ia pun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: "Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu." Lalu Ia membungkuk pula dan menulis di tanah. Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya. Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: "Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?" Jawabnya: "Tidak ada, Tuhan." Lalu kata Yesus: "Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang."

 

Meditatio

             Mereka yang bersalah harus dihukum. Maka tepatlah pertanyaan kaum Farisi dan ahli-ahli Taurat: 'Guru, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah. Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian'. Namun tidaklah demikian dengan Tuhan Yesus. Kasih itu mengatasi hukum. 'Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang'. Kemurahan hati Allah inilah yang ditampakkan oleh Yesus. Dia Maha Pengampun, panjang sabar dan besar kasih setiaNya. Prapaskah mengingatkan dan mengajak kita agar mempunyai jiwa pengampun ddan panjang sabar. Orang harus berani mengampuni sesamanya tujuh puluh kali tujuh kali.

             Kita orang-orang yang dikasihiNya juga diminta untuk tidak mencari-cari kesalahan ddan mencelakakan orang lain (Dan 13), apalagi mempersalahkan Tuhan Allah sang Empunya kehidupan, bila menghadapi aneka tantangan dan rintangan. Sikap kaum Farisi dan para ahli Taurat yang mencobai Tuhan Yesus, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya adalah sikap yang tidak benar. Jawaban Yesus: 'barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu' adalah jawaban yang halus, tetapi sebuah tamparan keras bagi setiap orang yang mencobai Tuhan. Kiranya Roh Kebijaksanaan menaungi kita selalu agar kita tidak mudah berkata-kata tanpa berpikir panjang terlebih dahulu.

 

Oratio

             Yesus Kristus, ajarilah kami dan ingatkan kami agar selalu hidup baik terhadap sesame, malah menjadi saluran berkat bagi orang-orang sekitar kami. Dan semoga kami tahan banting dalam aneka persoalan, tidak mudah menuduh orang lain apalagi mencobai Engkau. Berkatilah kami selalu dengan Roh KebijaksanaanMu. Amin.

 

Contemplatio

             'Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu'.

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Mengenal Karmelit Awam dari dekat (2)

Pesta Santo Simon dan Yudas, 28 Oktober 2016