JumatAgung, Kenangan akan Sengsara dan Kematian Tuhan, 2 April 2021

Yes 52: 13-20 + Ibr 5: 7-9 + Yoh 18-19

 

 

Lectio

Kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita. Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa. Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya. Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut, dan karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan. Dan sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya, dan sesudah Ia mencapai kesempurnaan-Nya, Ia menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya,

 

Meditatio

'Sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya, dan sesudah Ia mencapai kesempurnaan-Nya, Ia menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya', inilah sebuah rangkuman, kalau boleh dikatakan begitu, sebagaimana yang tertulis dalam surat kepada umat Ibrani.

Anak selalu mendapatkan keistimewaan. Seorang anak mempunyai hak untuk distimewakan, karena memang dialah sang buah hati keluarga. Yesus, sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat. Dia mentaati segala yang dikehendaki Bapa. Kalau pun Yesus pernah berkata: 'sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku' (Mat 26), Yesus tetap taat dan setia dalam apa yang telah diderita-Nya. Yesus tidak menghindari segala yang harus ditanggungNya. Dia tidak meniadakan hukum Taurat dan kitab para nabi

Setelah mengakhiri semua tugas yang dipercayakan, Yesus mengakhirinya dan mempertanggungjawabkannya dengan berkata: 'sudah selesai'. Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya. Perayaan hari ini mengingatkan, bahwa segala-galanya telah diselesaikan Yesus. Yesus telah menggenapi dan menyempurnakan, dan sesudah Ia mencapai kesempurnaan-Nya, Ia menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya. Ketaatan kitalah yang sekarang harus kita pertaruhkan, agar kita menikmati keselamatan itu.

 

Oratio

Yesus Kristus, Engkau menyerahkan nyawa guna menyelesaikan tugas perutusan yang dipercayakan Bapa kepadaMu, yakni agar semua orang beroleh keselamatan. Semoga kami, orang-orang yang percaya kepadaMu selalu taat kepadaMu sehingga kami menikmati yang engkauberikan kepada kami itu, yakni hidup mulia bersamaMu di surga. Amin.

 

Contemplatio

'Sudah selesai'.

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Mengenal Karmelit Awam dari dekat (2)

Pesta Santo Simon dan Yudas, 28 Oktober 2016