Senin dalam Oktaf Paskah, 5 April 2021

Kis 2: 22-32 + Mzm 16 + Mat 28: 8-15

 

 

Lectio

Pada hari minggu itu, mereka segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus. Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: "Salam bagimu." Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya. Maka kata Yesus kepada mereka: "Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku."

Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala. Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu dan berkata: "Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur. Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa." Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera ini tersiar di antara orang Yahudi sampai sekarang ini.

 

Meditatio

Dalam kenyataan hidup sehari-hari ada berita berisikan kebenaran, ada pula kebohongan. 'Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku'. Inilah berita kebenaran, terlebih lagi yang menyampaikan adalah sang Kebenaran sejati. 'Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur. Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa'. Inilah berita kebohongan, karena memang mereka ingin mengelak dari kebenaran yang ada; lagi pula mereka adalah lawan dan sang Kebenaran itu sendiri.

Kebangkitan Yesus sepertinya membuka mata mereka, para imam-imam kepala, yang selama ini melawan dan menolak Sabda yang menjadi Manusia, sang Mesias. Sebab memang adalah orang-orang yang belajar tentang kitab suci, yang berkata-kata tentang hadirNya Mesias di tengah-tengah bangsa yang disayangiNya. Penolakan imam-imam kepala membenarkan sabda Yesus sendiri, bahwasannya

'seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara kaum keluarganya dan di rumahnya' (Mrk 6). Apakah penolakan mereka dengan berita bohong, juga diakibatkan ketakutan mereka akan masyarakat yang percaya kepada Yesus? Apakah mereka mencari keamanan diri?

          Paskah mengingatkan kita untuk semakin percaya kepada Kristus Tuhan yang telah bangkit dari alam maut. Daud pun menyadari juga akan kebangkitan Kristus (Kis 2). Yesus memenuhi segala yang telah dinubuatkan dalam kitab suci. Kebenaran itulah yang terus dilanjutkan dalam Tradisi Gereja, termasuk kita di dalamnya agar selalu menjaga kebenaran ilahi yang diwariskan kepada kita.

 

Oratio

Yesus Kristus, Engkau menganggap semua orang yang Engkau kasihi sebagai saudara dan saudariMu. Semoga kami menikmati panggilan indah yang Engkau berikan kepada kami, dan pada akhirnya boleh menikmati sukacita ilahi di surga bersamaMu. Amin.

 

Contemplatio

'Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku'.








Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Mengenal Karmelit Awam dari dekat (2)

Pesta Santo Simon dan Yudas, 28 Oktober 2016